Selalu Menyajikan Berita Terkini

Kamis, 16 Maret 2017

KISAH SEJARAH BULGARIA; SI PINTAR, AKAN TETAPI DEGIL


Berita bola – apakah kamu masih ingat dengan pemain Hristo Stoichkov? Dia iyalah salah satu pemain sepak bola yang sangat terkenal dan pintar disaat mengatur bola di atas lapangan hijau. Disisi lainnya, Stoichkov mempunyai persoalan pembawaan sehingga menjadikan dibenci oleh yang lain.

Sosok Stoichkov iyalah pemain sepak bola terbaik yang pernah dihadirkan dengan klub Bulgaria, ia mempunyai gelar yang membikin bakatnya menjadi pemain sepak bola yang tidak usah diragukan lagi. Pemain yang berposisi sebagai penyerang itu merupakan pemain yang paling ditakuti karena mempunyai kecerdasan dan ditamba dengan telitinya. Akan tetapi mempunyai pembawaan yang sangat egois.

Disaat Stoichkov berada di arena lapangan, ia adalah pemain yang sangat hebat. Stoichkov sering sebagai pemain andalan ditimnya. Dan ia sangat terkenal mempunyai mental yang enggak mau kalah ketika di atas lapangan, Stoichkov akan selalu bertempur untuk mengambil bola dari awal perlagaan sampai akhir perlagaan.

Meskipun demikian, dengan permainannya yang sangat bernafsuh sering suka sebagai musuh pribadinya dan ia sebagai seseorang yang polemis, untuk sikapnya yang suka meletus-letus dan sering membuat protesan semacam lewat batas.

Impian tim favorit

Stoichkov Lahir di Plodiv, pada tanggal 8 Febuari tahun 1966, Stoichkov pertama kalinya menjadi pemain sepak bola ketika di divisi dua Liga Bulgaria, untuk mempererat klub Hebros. Permainannya membikin sesuatu tim yang terbesar di timnas Bulgaria, CSKA Sofia tergiur untuk mengambil Stoichkov yang disaat itu masih berumur 19 tahun.

Untuk satu tahun berikutnya, Stoichkov sempat ikut campur tangan dalam sesuatu keributan ketika di Bulgaria Cup, yang hampir saja membuatnya menerima hukuman berlaga selama seumur hidupnya. Sangat mujur, hukumannya waktu itu mengecil menjadi hanya 1 bulan aja dan enggak lama setelah Stoichkov

Kemudian pasal itu, Stoichkov balik kembali menampilkan bakat menjadi peserta sepak bolanya yang sangat-sangat berjaya disaat melakukan pencetakan golnya. Sampai, ia pernah mengambil Golden Boot di tahun 1989 sesudah menjadi top skorer di Eropa untuk mencetak 39 gol dari 31 perlagaan dalam satu tahunnya.

Memasuki di tahun 1990, sang Stoichkov yang baru mantap untuk memutuskan pindah ke klub Barcelona dan memakai kostum No punggung 8. Peserta yang berasal dari Bulgaria itu merupakan pemain citra skuad Dream Team Johan Cryuff, dan dia berhasil mengambil gelar juara tersebut mempresentasikan gelar pertamanya European Cup yang saat ini di panggil dengan Liga Champions ketika di tahun 1991-1992.

Sesudah itu, Stoichkov pun memutuskan pindah ke klub Parma pada akhir tahun pada tepatnya di tahun 1994-1995, pada akhirnya kembali lagi ke tim asalnya Katalan pada tahun akan datang. Walaupun seperti itu, ketika diawal karier Stoichkov di Camp Nou, dia sempat memperoleh waktu destruktif. El Pistolero merupakan julukannya ketika di Barcelona, dan dia sepmat memperoleh daraan larangan berlaga untuk selama 3 bulan lamanya.

Biar pun begitu, sang Stoichkov iyalah salah satunya peserta sepak bola yang terbaik yang sempat dipunyai oleh klub Barcelona. Ia enggak hanya mempresentasikan gelar sang juara, dan dia pencetak gol yang terbanyak, akan tetapi dia juga sebagai salah satunya favorit pendukung karena mempunyai kederasan, tendangan oleh kaki kirinya yang daisiat dan kehebatan yang sangat lain untuk menyebrangi musuh-musuhnya.

Penolong di tim Bulgaria

Merupakan salah satu karier yang terbaik Stoichkov iyalah ketika di Piala Dunia di tahun 1994. Kenapa enggak, El Pistolero sempat mengambil Ballon d’Or dengan majalah France Football. Hal itu didapatnya sesudah Stoichkov sukses menuntun timnas Bulgaria merahi hasil yang terbaik untuk lolos ke babak semifinal Piala Dunia ketika di tahun 1994.

Sangat di sayangkan, pelawatan Stoichkov duduk berhenti sesudah ditaklukkan dengan timnas Italia untuk skor 1-2. Sekalipun begitu, kekesalan Stoichkov sedikit diobati sebagai pemain top skorer di Piala dunia pada tahun 1994 itu beserta Oleg Salenko, penyerang andaran dari Timnas Rusia itu.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive