Selalu Menyajikan Berita Terkini

Jumat, 31 Maret 2017

PERSTASI DAN SEJARAH KLUB BOLTON WANDERERS


Berita bola-Nama lengkap Bolton Wanderers salah satu dari timnas Inggris, klub ini merupakan yang terlama menghabiskan masa peputaran di divisi yang teratas petandingan sepak bola Inggris tampa menjuarai satu kalipun. Ketika di bangun pada tahun 1874, tahun itu ialah tahun ke-71 untuk Bolton bertanding di top tier. Pada tahun 1923. Klub Bolton sebagai tim perahi Piala FA untuk pertama kalinya di lapangan Wembley. Ketika itu laga final melawan klub West Ham United sejarah sepanjang tahun untuk The White Horse Final. Penonton tidak kurang dari 130 ribu menyaksikan sangat bersejarah waktu itu.

Waktu menjuarai Piala FA 4 kali disaat tahun 1920 dan di tahun 1985. Klub Bolton lebih seringnya bertekun di divisi rendah untuk sepak bola Inggris. Poin nadir hasil klub terjadinya ketika di tahun 1987 disaat tim harus merasai devisi yang ke-4. Poin balik kenangan tim terjadinya pada tahun 1992 waktu Bruce Ricoh sebagai manajer klub. Rioch menuntun klub Bolton menempati di Liga Primer pada tahun 1995. Akan tetapi, keberhasilan itu melakukan Ricoh diyakinkan untuk menangani klub Arsenal dan klub Bolton balik lagi kena degradasi pada tahun itu. Colin Todd menaikkan Bolton untuk menjuarai Championship pada tahun 1996-1997 dan menetap di La Liga Inggris.

Keberhasilan Bolton mencapai puncak tingginya disaat ditangani oleh Sam Allardyce. Biar pun berposisi di papan bawah. Sedikit-sedikit Allardyce membuat caranya untuk klub Bolton. Beriring-iring di tahun 2004-2005, Allardyce menuntun klub Bolton berhasil untuk mendapatkan di peringkat ke-8 dan ke-6 untuk Liga. Hasil terbaik klub sampai waktu ini. Sangat disayangkan, sepeninggal Allardyce, klub Bolton belum bisa melepaskan dirinya menjadi klub yang lebih sering menduduki di peringkan papan bawah.

Tiga Pemain Top

1.Matthew Taylor

Lini tengnah umur 26 tahun itu sebagai salah satunya pemain yang bermain menghebokan ketika ditahun yang lalu. Taylor bermain mengagumkan dari aksih gol-golnya sepakkan yang sangat keras yang pasti pula diberikan dari aksih tendangan bola matinya. 11 gol didapatkannya untuk klub Bolton dan sebagai salah satu kunci keberhasilan Trotters aman dari jebakan degradasih. Mei yang kemain, untuk masa depan Taylor diberikan dengan melanjutkan konterak dengan klub Bolton. Pastinya, jasa Toylor masih sangat-sangat diperlukan untuk sekali lagi ditahun itu.

2. Fabrice Muamba

Keterkaitan bagi klub Bolton untuk Muamba disinarkan menjadi rekor permainannya. Anak dari politik asal Kongo itu bermain untuk klub Bolton di tahun yang lalu. Ketika lulus dari sekolah tinggi taruna Arsenal, Muamba bermain memuaskan waktu diberikan ke klub Birmingham City. Kedatangan Timnas Inggris U-21 pun ditemukannya. Akan tetapi, Birmingham City jatu ke terdegradasi pada tahun 2007-2008 dan panggilan dari Bolton untuk berkumpul pun disambutnya. Untuk kali ini, Fabrice Muamba sekali lagi diharuskan bersiap-siap untuk menyelamatkan gelanggang tengnah Bolton dari serbuan klub-klub musuh.

3.Jussi Jaaskelainen

Penjaga gawang dari Finlandia itu ialah salah satu figu lain yang memiliki kunci keberhasilan bagi klub Bolton ditahun yang lalu. Seharunnya bukan hanya di tahun yang lalu, sering kali konsistensi Jaaskelainen menyelamatkan gawang Bolton dari kemasukan lebih banyaknya gol. Dia sudah 12 musim untuk membelah klub Bolton, sudah lewat dari 420 perlagan dibuat penjaga gawang yang berusia 34 tahun itu. Sempat sebagai kiper terbaik tintingan sponsor La Liga Inggris, Barclaycard, pada tahun 2001-2002, Jaaskelainen pun bisa dikatakan salah satu penjaga gawang terbaik ditahun itu. Kehebatannya dan pengetahuannya harus bisa dilakukan oleh Bolton sekali lagi itu.



Share:

Kamis, 30 Maret 2017

KENANGAN PESEPAKBOLA KLUB RC LENS ASAL DARI FERANCIN


Berita bola, Nama lengkap RC Lens merupakan salah satu klub asal dari timnas Ferancis, yang mempunyai panggilan Les Sang et Or didirikan pada tanggal 09 juni pada tahun 1906 Dan bersarang di Stadion Bollaert-Delelis. Dari klub bali kembali ke tahun 1905 di Lesn didirikan oleh siswa yang pertanding sepak bola di Place Verte,’’Place waktu itu de la Republique’’. Untuk Nama ( Racing Club de Lens ) ialah rujukan bagi Racing Club de Roubaix dan Racing Club de France, bagus untuk umum ketika watuk ini.

Tempat untuk pertama kalinya klub pemimpin dibuat dengan orang tua dari para sekolah untuk membuat nama Racing Club lensois, waktu klub itu diresmikan dan didaftarkan dengan nama Racing Club de Lens ketika di tahun 1906. Tim itu pertama kali berlaga di lapangan hijau dan putih untuk mengawali membikinan lokasi. Klub mereka berhasil memenangkan lapangan hijau untuk mengawali gelar, “Verte”, akan tetapi yang hijau ialah untuk bahasa Perancis, sedangkan yang hitam untuk mengawali kemahahadiran membuat tambang batubara di lokasih selurunya.

Memasuki di tahun 1907 hingga di tahun 1912, untuk para peserta disuruh untuk mengganti lapangan mereka untuk 2 kali sebelum dipastikan menetap di lokasi Parc des Glissoires, membawa Avion dan Lesn. Ketika di peperangan Dunia yang pertama, kegiatan mereka diberhentikan, dengan restart waktu di tahun 1919. Lens pun lalu berlaga di beberapa lapangan biru. Itu ketika di tahun 1924 dan pada akhirnya warna maron dan emas timbul. Sejarah memberitaukan kalau Pierre Moglia, presiden mereka pada tahun 1923 hingga di tahun 1930, menunjuk warna loga timnas Spanyol sesudah dengan seorang dari klub memberitaukan kalau puing gereja Saint-Léger klub yang berjalan dengan malam hari itu ialah pengabisan dan yang terakhir dari dominasi Spanyol pada tahun 1648. Orang-orang menjelaskan kalau warna yang berasal dari pecahan batubara; mereh ialah darah untuk para penambang sedangkan dengan emas untuk batubara yang sangat-sangat berharga ketika pada waktu itu.
Pada hari itu juga di tahun 1924 kalau klub mereka dikasih kuasa untuk berlaga di kota lapangan yang baru didirikan dengan seorang Raoul Briket (waktu itu Léo Lagrange). Berlaga untuk yang pertama kalinya untuk warna barunya dilakukan untuk peresmian lapangan mereka. Ketika di tahun 1926, pemain-pemain sepak bola dari Inggris Kid Fenton ialah top pertamanya yang berlaga dengan Lens, bermain selama 8 tahun. Itu juga masa sekelompok para pendukung yang pertama kalinya bibuat, dan pada akhirnya Lens capture dan pertama untuk Championnat d’Artosi untuk ditahun pertama.

Ketika di tahun 1929, Lens pun berhasil menang menjadi juara utama dengan memenangkan beberapa promosi untuk yang pertama kalinya mereka ke Divisi d’Honneur untuk Ligue du Nord oleh klub AC Amiens, Excelsior Athletic Club de Roubaix, dan Olympique Lillois. Waktu itu di Liga Artois, klub itu berhasil mengambil hasil, dan ketika di tahun 1932, klub mendirikan Stade Félix Bollaert bagi Lens.

Lapangan diresmikan oleh RC Lens di Perancis

Lapangan bollaet-Delelis ialah salah satu lapangan sepak bola yang paling terkenal di kota Lens, Perancis. Lapangan itu didirikan ketika di tahun 1933 dan ialah markas untuk klub RC Lens. Lapangan itu pertamanya dinamai dengan Felix Bollaert, iya seseorang pengnusaha dari Compagnie des Mines de Lesn, yang bermain dalam perubahan klub di kota itu. Diadakan dimulai ketika di tahun 1931, biar pun Bollaert telah meninggal dunia lebih dahulu sebelum lapangan dipastikan. Lapangan itu diganti menjadi Stade Bollaert-Delelis ketika di tahun 2012 sesudah meninggalnya Andre Delelis, seseorang pejabat yang menjapat menjadi pembatu persiden penjualan di bawah oleh presiden François Mitterrand.
Share:

Rabu, 29 Maret 2017

5 PEMAIN SEPAK BOLA SWEDIA TERBAIK DI SEPANJANG MASA


Berita bola-Inilah timnas Swedia ialah salah satunya nedegi sepak bola terhebat di Eropa Utara, sangat banyak pemain dari negeri itu yang berlaga dibeberapa klub besar dunia dan berhasil mengambil 10 hadiah prestisius. Biarpun timnas Swedia belum pernah mengambil tropi tingkat internasional, negeri itu tetap aja dilihat menjadi tim terkuat pesepakbola mereka di dunia.

Daftar 5 pemain sepak bola timnas Swedia yang terbaik dari tahun ke tahun. Daftar itu di buat bersumber pada jumlah penampilan, banyaknya gol, dan sumbangan para pemain-pemain untuk tim Swedia. Bukan aja itu, hasil di level klub juga akan dituliskan menjadi bahan penilaian.

1.Gunnar Nordahl

Inalah Gunnar Nordahl ialah seseorang pemain penyerang dan menjadi sejarah di klub AC Milan. Bermain di tahun 1950, dia mengambil 3 trofi Scudetto dan 6 kali sebagai top Skorer di Serie A, untuk catatan 215 gol dari 257 pertandingan, sampai detik ini masih saja membuat top skorer di klub AC Milan sepanjang tahun. Bukan itu saja di livel klub, peserta itu juga sangat-sangat ambisih untuk mencetak gol bagi timnas Swedia. Bertanding pada tahun 1942 sampai di tahun 1948, masih bisa mencetak 44 gol dari 34 perlagaan, dan menuntun Swedia mengambil mendali emas Olimpiade di tahun 1948 masa itu.

2.Zlatan Ibrahimovic

Sang Zlatan Ibrahimovic ialah salah satu seorang seniman di lapangan hijau. Pemain itu akan selalu menggegerkan sebuah perlagaan untuk bermacam gol dan gaya-gaya yang cantik. Zlatan Ibrahimovic itu ialah keturunan dari Bosnia untuk pertama kalinya bergabung di timnas Swedia ketika di tahun 2001, dan dia sudah memperoleh 49 gol dari 97 pertandingan. Dia hanya perlu 2 gol lagi sepaya bisa melewatin rekor Sven Rydell menjadi top skorer timnas Swedia sepanjang sejarah. Untuk karirnya Zlatan sudah mengambil 8 gelar Guldbollen, trofi yang dikasih dengan pemain terbaik Swedia setiap masa-masanya.

3.Sven Rydell

Sepanjang sejarah siapakah top skorer timnas Swedia? Jawabannya ialah bukan Zlatan Ibrahimovic, Gunnar Nordahl, atau Lasson. Seseorang yang memegang gelar itu ialah Sven Rydell, dia bermain menjadi penyerang yang bertanding ketika di tahun 1920 sampai di tahun 1934. Provesinya menjadi seorang penyerang sangat pintar. Dimana dia bisa memperoleh 50 gol dari 42 pertandingan pengabisan dia menjadi pemain timnas swedia juga sangat-sangat berkesan berjejak, dimana dia bisa mencetak berurut-urut yang menuntun timnya menaklukkan Finlandia untuk skor 7-1 masa itu.

4.Henrik Larsson

Untuk Henrik Larsson ialah salah satu seorang striker di timnas Swedia dia bisa mencetak golnya sangat menakjubkan. Waktu-waktu pertandingannya dijalani bersama dengan Glasgow Celtic, dimana dia bisa mengambil 4 gelar ketika di La Liga Skotlandia dan 5 kali membuatnya menjadi top Skorer turnamen itu. Di perjalanan karir, Henrik Larsson sempat aja berkumpul oleh klub Barcelona, dimana dia mengambil 2 gelar La Liga dan yang satunya lagi trofi Liga Champions, ketika ditimnas, Henrik Larsson berhasil mencetak 39 gol dari 106 pertandingan.

5.Tomas Brolin

Tomas Brolin ialah salah satu pemain asal Swedia seorang penyerang yang mempuyai perinsip yang sangat besar. Waktu di masa mudanya sangat cemerlang. Akan tetapi sayang, ketika memasuki di umur 20 tahun permainannya sangat-sangat menurun. Di usianya memasuki yang di 23 tahun. Sang Brolin berasil menuntun klub parma untuk juara Piala Winners, Coppa Italia, dan Piala UEFA. Dia jua membawa Timnasnya sebagai juara ke-3 ketika di Piala Dunia pada tahun 1994. Karirnya mulai merosot disaat dia bergabung dengan klub Leeds United, dikarenakan dia terus menerus mengalami cedera. Tomas Brolin pada akhirnya dia pensiun di umur yang masih muda, 30 tahun, dikarenakan
Share:

Selasa, 28 Maret 2017

SEJARAH; SI GENIUS ROBERTO BAGGIO ASAL ITALIA


Berita bola-Nama lengkap Roberto Baggio salah satunya pemain sepak bola asal dari timnas Italia dan nama itu sangat terkenal di dunia sepak bola ketika di awal tahun 1990. Lelaki itu ialah sebagai pemian sepak bola tertinggi dan terbaik yang bertanding di sasana klub Serie A.

Bermain di Fiorentina pindah ke klub Juventus pada tahun 1900 dengan harga sekitar 8 juta pound membuatkan Baggio menjadi pemain sepak bola yang termahal di dunia pada waktu itu.

Roberto Baggio melewatin rekor mengambilan Milan disaat membelik Ruud Gullit dari klub PSV Eindhoven ketika di tahun 1987 dengan harga 6 juta pound.

Kenangan pindahnya Baggio ke klub Juventus bukan cerita soal harganya yang tinggi. Akan tetapi banyak 60 pendukung dari Fiorentina tersakitin disaat terjadinya keributan di kota Florence, sarang Fiorentina, yang mengeluh kepergian sang Baggio.

Bermain aslinya menjadi gelandang tempur, Baggio juga bisa diyakinkan bermain dibarisan penyerang bila rekan-rekannya memerlukan, waktu bertanding, lelaki yang lahir pada tanggal 18 juli tahun 1976 itu dibilang berteknik yang sangat tinggi, produktif, dan pintar mengnelolah bola-bola matinya.

Membawaan Roberto Baggio itu mangkin aja bercerah ketika bersama Juventus. Beserta pelatih Giovanni Trapattoni diiring pemain-pemain serupa Andreas Moeller, Angelo Peruzzi, dan Gianluca Vialli, Roberto Baggio terus memberahikan pendukung mereka.

Biar bagai mana, perlu 2 tahun untuk sosok Roberto Baggio akan diterima dengan pendukung-pendukung Juventus.
Pasalnya, di tahun pertama ketika pindah dari klub Fiorentina, dia menonal memproses tendangan penalti yang didapat oleh klub Juventus waktu itu jumpa bekas timnya mereka. Bahkan, disaat dipanggil keluar dengan pelatih, dia pergi meninggalkan gelanggang sambil mengambil selendang Fiorentina yang dicampakkan ke dalam gelanggang.

Macam mana untuk hasil, kalau di klub Fiorentina Baggio tidak berhasil merahi Juara, sedangkan dia berhasilnya beserta oleh Juventus.

Hasil disaat Baggio di klub Juventus ialah mengambil trofi Piala UEFA pada tahun 1992-1993, di Serie A pada tahun 1994-1995, dan Piala Coppa Italia pada tahun 1994-1995. Dan satu tambahan hasil yang dirahi oleh Baggio beserta klub Milan, yaitu gelar Serie A pada tahun 1995-1996 waktu itu.

Tertulis menjadi pemain sepak bola terbaik FIFA dan Ballon d’Or di tahun 1993 mempertunjukan pembenaran kepada kepintaran dan pemberian Baggio untuk klub.

Perolehan yang lain, Roberto Baggio sebagai pemain sepak bola timnas Italia yang pertama untuk 50 tahun yang memperoleh 300 gol untuk karier terlati.

Disaat mencetak gol tendangan penalti ke gawang timnas Chili di Piala Dunia pada tahun 1998, Roberto Baggio sebagai pemian sepak bola untuk pertama kali di timnas Italia yang memperoleh gol di 3 Piala Dunia pada tahun 1990 pada tahun 1994 dan di tahun 1998.

Para-para dewa yang bernyanyi di ke-2 kakinya Roberto Baggio.’’ Saat Aldo Agroppi, bekas pelatih Fiorentina sempat berbicara masalah keunikkan Roberto Baggio.

Bekas temanya di klub Juventus asal dari Inggris, David Platt, berbicara. Menjadi pemain sepak bola, dia sangat jenius.

Mengikuti juga pujian dari Brian Laudrup, pamain sepak bola terkenal asal Denmark,’’ Tanpa diragukan lagi, sosok seorang Baggio ialah pemain sepak bola untuk nomor kostum 10 yang paling terhebat di dunia sepak bola maju.

Disaat permainan klub, Roberto bermain pada tahun 1982 sampai dengan tahun 2004 dia membelah 7 klub, semua di Italia, salah satunya di yakni Viceza pada tahun 1982 sampai 1985, Fiorentina pada tahun 1985-1990, Juventus pada tahun 1990-1995, AC Milan pada tahun 1995-1997, Bologna pada tahun 1997-1998, Internazionale pada tahun 1998-2000, dan Brescia pada tahun 2000 hingga di tahun 2004.


Share:

Senin, 27 Maret 2017

KETIKA KENANGAN UNI SOVITE DAN RUSIA DI AJANG PIALA DUNIA


Beserta saat-saat berhasil timnas Rusia dan Uni Soviet di ajang sepak bola dunia, awal dari pertandingan tanpa musuh, sampai keberhasilan mutelak atas lawannya.

Kejadian yang diingat ketika di Piala dunia pada tahun 1962 di timnas Chili hanya keberhasilan timnas Brasil yang waktu itu dilakukan dengan Garrincha dan Vava, akan tetapi juga dengan sama perbuaatan  fair play timnas Uni Soviet yang sangat mengguncangkan.

Disaat perlagaan yang terakhir dibabak penyisihan grup, pemain-pemain dari Uni Soviet bertemu oleh timnas Uruguay. Satu jam sebelum berlaga berakhir, posisi skor masih imbang dengan skor 1-1. Tim Uruguay mengnelilingi gawang yang dibawak dengan Lev Yashin. Perlagaan itu sangat desak, dikarenakan klub yang keo itu dalam perlagaan itu terancam enggak lewat ke babak berikutnya. Ketika disisi lain serangan baliknya, penyerang dari Uni Soviet Igor Cislenko menyepak tendangan yang sangat keras keara gawang dari samping kanan, dan wasit lari kearah tengah memberi tanda terjadinya gol, akan tetapi, waktu itu juga sang kapten tim Uni Soviet Igor Netto mendekatin wasit memberitaukan kalau itu bukannya terjadinya gol karena semestinya bola enggak masuk ke gawang.

Sang Viktor Ponedelnik, peserta dari Uni Soviet di Piala Dunia pada tahun 1962. Memberitau kalau Netto ialah seorang kapten profesional. ‘’saya sangat ingat betul kejadian itu. Disaat itu dilarang untuk pergantian pemain, dan susunan pertama saya sudah berlaga 3 kali. Semua pemain sudah sangat capek. Saya enggak memeratikan makna disaat Netto berusaha menunjukkan Cislenko, sesudah itu Netto menghampiri sang wasit dan meminta untuk membatalkan gol yang terjadi, saat itu waktu pun hanya sisa tinggal 30 menit lagi dan mereka pun benar-benar sangat kecewa dikarenakan  gol itu dinyatakan sah. Akan tetapi Netto andalkna mereka dan memutuskan untuk terus bertanding dengan semangat mungkin. Pada akhirnya mereka juga berhasil menalakan musuhnya dan mereka naik ke babak semi final,’’sejarah Ponedelnik.
2.Gol yang sangat penting

Tim Uni Sovite 5 kali lewat ke babak semi final ketika di Piala Dunia, akan tetapi mereka enggak sukses lewat ke babak berikutnya. Di tahun 1966 pada tepatnya di markas timnas Inggeri, Uni Soviet mengambil tiket memasuki babak semi final mencetak gol Valeriy Porkuyan. Gol dari Dinamo Kiev itulah yang memastikan Uni Sovite bisa menyingkirkan tim Hungaria. Sang Igor Cislenko mengasilkan gol di menit ke-6 dan pertandingan pun terjadi perlagaan yang sangat seruh. Waktu itu tim Hungaria mempunyai kesempatan lebih banyak untuk mengasilkan gol, akan tetapi memasuki di babak yang ke-2 Porkuyan mendudukan di Hungaria dalam barisan yang sangat-sangat susah untuk peluang gol. Galimzyan Khusainov melepaskan tendangan bola matinya, dan Porkuyan sukses menendang bola yang sangat deras dari temannya itu. Tim Uni Sovite lewat ke semi final, akan tetapi meraka ditaklukkan oleh timnas Jerman.

Dari Anzor Kavazshvili, menjadi kiper diiringi mengambil mendali perunggu waktu di Piala Dunia pada tahun 1985 memberitaukan, Porkuyan ialah merupakan salah satunya pemain top waktu kompetisi itu. Dia sebagai pemain satu-satunya di Uni Soviet yang berhasil memasuki ke dalam tim tersebut ketika di Piala Dunia di tahun 1966. Biar pun gol itu ialah keberuntungan, yang pasti aja itu merupakan bentuk kenangan, bagi  Kavazshivili

3. Ketetapan strategi

Memasuki di tahun 1974. timnas Uni Soviet untuk pertama kalinya meraka absen di Piala Dunia pada tahun 1958. Akan tetapi ketidakadilan itu bukanya enggak sportip. Tim Uni Soviet diharuskan untuk menaklukkan tim Chili supaya bisa masuk ke dalam kejuaran Piala Dunia. Waktu Desember di tahun 1973, ke-2 klub berlaga seri dengan skor 0-0 akan tetapi, perlagaan terakhir enggak dilaksanakan. Pengurus tim Chili menjebak Augusto Pinochet. Dikarenakan alasan strategi, dan tim Uni Soviet membatalkan untuk pergi ke Santiago, kota Chili. Para menteri FIFA mengatakan untuk memindahkan perlagaan ke lapangan yang lebih bebas. Para pemain-pemain dari Chili pergi kelapangan dan bermain tampa musuh, untuk menendang masukan bola berapa gol ke gawang tampa kiper.

Share:

Minggu, 26 Maret 2017

KENANGAN DAN PERSTASI BAGI TIMNAS iTALIA


Berita bola-nama-nama yang menghiasi timnas Italia seperti Roberto Baggio, Del Piero, Paola Maldini, sejarah hidup sepak bola tim Italia. Ke-3 nama itu yang kita sebut tadi pernah menjadi sinar dari tim pesepakbola Italia selain pemain-pemain itu, ada juga pemain-pemain yang lainnya yang pernah atau pun disaat ini yang bermain ditimnas Italia, seperti Luca Toni, Alesandro Castacurta, Gianluigi Buffon, dan ada juga pemian-pemain yang lainnya.

Untuk sejarah pesepakbola timnas Italia, berada di tangan sistem sepak bola, ialah FIGC ‘’ Federazione Italiana Giuoco Calcio”. Kepala sistem sepak bola Italia didirikan Pada tahun 1898 dan digabungkan dengan pasti kedalam utama sepak bola Dunia, tepatnya di  tahun 1906.

Berkualitas lapangan olahraga sepak bola, Timnas Italia sebagai negara oponen Berasil untuk masalah hasil di Piala Dunia, tim Brasil mengambil 5 trofi Piala Dunia, sedang timnas Italia hanya mengambil 4 trofi di Piala Dunia, untuk 4 trofi Piala Dunia diambil ketika pertandingan Piala Dunia di tahun 1934 dan di tahun 1938, diiringi di tahun 1982, untuk yang terakhirnya ketika di tahun 2006.

Untuk yang lainnya, Gli Azzurri, panggilan oleh timnas Italia dan mereka pernah mengambil trofi Piala Eropa di tahun 1968. Panggilan Gli Azzurri yang sudah pelekat di timnas Italia itu berceloteh untuk kostum pertama kalinya mereka ialah berwarna biru mudah.

Hasil yang diraih oleh timnas Italia

Hasil sepak bola internasional timnas Italia diadakan di tahun 1934. Waktu di tahun 1934, di adakan kompetisi Piala Dunia di Italia, waktu pertandingan Piala Dunia untuk yang ke-2 itu, Italia bermain menjadi sang tuhan rumah. Waktu Piala Dunia di tahun 1934 itu, tim Italia mendapatkan hasil yang sangat-sangat memuaskan, ialah sebagai juara Dunia untuk pertama kali bagi timnas italia. Di Piala Dunia 1934 itu. Tim Italia berposisi di bawah wewenang Benito Mussolini.

Waktu pertandingan Piala Dunia di tahun 1934 itu. Italia diperketa dengan berapa pemain-pemain yang berasal dari Italia yang sudah pernah berjuang untuk negara-negara lainnya, pertamanya timnas Argentina. Pertandingan tim Italia waktu mengambil trofi Piala Dunia pada tahun 1934 diantara lainnya diisi oleh peserta klub Juventus.

Untuk 4 tahun berikutnya, ketika di tahun 1938, disaat Piala Dunia di buka kembali. Waktu pertandingan Piala Dunia di tahun 1938, timnas Italia sukses untuk pertahankan Trofinya dan sebagai sang juara Piala Dunia untuk yang ke-2 kali bagi timnas Italia. Keberhasilan untuk pertahankan gelar Juara Dunia itu enggak lepas dari pipinan pelatih Vitorio Pozzo dan diadirkan kapten tim, Guiseppe Mezaza.

Akan tetapi sangat disayangkan, ketika peperangan Dunia yang ke-2 yang bergelar di tahun 1942 membuat kompetisi sepak bola sedunia itu enggak dipertandingkan. Hal itu melakukan timnas Italia gagal untuk mempertahakan gelar sang juara mereka. Sesudah perang ke-2 usai, kompetisi Piala dunia kembali dibuka lagi pada tahun 1950.

Perlagaan Piala Dunia di tahun 1950 itu, tim Italia mempunyai susunan yang sangat-sangat baik dan dihargai di Eropa, pemain-pemain Italia waktu Piala Dunia pada tahun 1950 sebagian besarnya diisi dengan peserta Torino. Akan tetapi sangat disayangkan, masalah takdir membuat tim Italia.

Insiden pesawat yang dinaiki oleh tim italia itu sudah mengambil beberapa nyawa pemain-pemain sepak bola Italia yang diadakan untuk Piala dunia di tahun 1950 ketika itu di Brazil. Insiden pesawat yang membuat tim Italai itu seakan-akan tim jadi berkurang. Waktu Piala dunia di tahun 1950 itu, membuat timnas Italia itu gagal sebagai juara bertahan.

Share:

Sabtu, 25 Maret 2017

KENANGAN JOHNSEN WAKTU DI MU


Berita bola- kisah perjalanan Jean Ronny Johnsen lahir di Sandefjord, Norway, pada tanggal 10 juli tahun 1969. Ia iyala bekas pemain dari timnas sepak bola Norwegia yang bermain di kelas papan atas dan internasional menjadi bek kanan ataupun gelandang pertahanan. Johnsen bermain di salah satu klub Norwegia, Inggris, turki, ialah di, Newcastle United, Aston Villa, Lny, Lillestrøm, Beşiktaş Stokke, Vålerenga, dan Eik-Tønsberg . ia bertanding 64 kali untuk Norwegia, dan ikut bertanding di Piala Dunia FIFA pada tahun 1998.

Johnsen lahirnya di Sandefjord, akan tetapi Johnsen dibesarkan di kota Stokke waktu itu dia bermain dengan klub jonior Sem IF dan di Stokke waktu masa-masa mudanya. Dia pertama kalinya bermain  seniornya menjadi penyerang di klub ke-2 Eik-Tønsberg ketika di tahun 1987, akan tetapi dilatih menjadi pemian bek lini kanan dengan pelatih pemimpin Nils Johan Semb.

Sebenarnya Ronny Johnsen pengen bermain menjadi pemain menyerang dan sesudah dia dipindahkan ke Lny ketika di tahun 1992, dan dia bermain menjadi pemain penyerang dengan klub di Tippeligaen. Sesudah memasuki di tahun 1994, dan pada akhirnya sang Johnsen dikirim ke klub Lillestrøm, disana dia dimainkan menjadi bek kanan, waktu dia belum pindah ke klub Beşiktaş di tahun 1995. Sesudah 1 tahun di Turki, Johnsen pun dilirik dengan manajer Manchester United, yaitu Alex Ferguson, dia pengen bermain untuk klub MU.

Masa itu Johnsen pun menonal tawarannya untuk yang pertama kalinya, akan tetapi diambil oleh klub MU ketika tahun panas di tahun 1996, dan dia mengesahkan bermain selama 5 tahun oleh MU. Untuk bayaran sebesar £ 1.2million, Johnsen merupakan pemain bek Norwegia yang termahal. Ketika di Manchester United, dan dia pun berhasil mengambil 4 trofi Liga, pada tahun 1997 di tahun 1999 di tahun 2000 dan di tahun 2001, dan diiringi 1 Piala FA di tahun 1999. Dan dia juga salah satunya pemain di tim yang berhasil memenangkan La Liga Champions pada tahun 1999 itu.
Johnsen menempati posisi sebagai gelandang tengah di berhasil membawa klub Manchester United menang dari Juventus laga tandang di semi-final waktu perlagaan yang di lihat dengan banyaknya orang menjadi permainan terbaiknya selama bermain. Di laga final, Johnsen pun diduetkan oleh Jaap Stam menjadi bek kiri.

Ketika di klub MU, dia berasil menyumbang 9 gol di semua pertandingan untuk 150 perlagaan. Untuk gol pertama kalinya tercipta ketiak bertemu oleh klub Chelsea di FA Charity Shield waktu bulan juli pada tahun 1997. Dia masih tetap bergabung oleh MU. Hingga kontraknya berakhir pada akhir tahun pada tahun 2001 dan ditahun 2002. Disaat dia dikasih bebas pindah.

Memasuki di tahun 2002, Johnsen waktu bermain dengan klub Jerman yaitu Schalke 04.lalu, dia kemudian bersatu oleh Aston Villa. Waktu 2 tahun di Aston Villa, Johnsen lalu bersatu oleh klub Newcastle United, akan tetapi Cuma berlaga di beberapa pertandingan sebelum diberi kebebasan dikarenakan masalah kesehatan.

Disaat bulan Desember pada tahun 2005, Johnsen memberitakan kalau dia akan pensiun dari pesepakbola yang terkenal. Enggak lama kemudian dia pun bertukar pendirian, dan dia lalu mendapatkan kontrak 1 tahun oleh Norwegia yaitu klub VÃ¥lerenga. Seterusnya. Dia lalu mengubah kontrak itu 3 kali untuk di tahun 2006 di tahun 2007 dan di tahun 2008. Pada akhirnya Johnsen pensiun lagi menjadi pemain sepak bola waktu tanggal 4 februari di tahun 2008. Waktu itu klub VÃ¥lerenga dikalakan oleh SK Brann dengan skor 1-0 pada tahun 2008 itu.

Share:

Jumat, 24 Maret 2017

INILAH 4 PEMAIN SEPAK BOLA KOLOMBIA TERBAIK SEPANJANG SEJARAH


Kecuali klub, Argentina, Paraguay, dan Brazil. Klub Kolombia merupakan salah satu negeri Amereka Selatan yang paling berhasil di dunia pesepakbola. Kolombia waktu itu pernah menjuarai di ajang Copa Amerika dan berapa kalinya di pertandingan dalam kopetisih Piala Dunia. Bukan hanya itu aja, seluruh pemain-pemain dari timnas Kolombia sudah perna membuat hasil yang cukum memuaskan mau di pertandingan antar klub maupun di pertandingan timnas.

Penyayang sepakbola pasti aja mengngenali dengan pemain-pemain yang seperti Radamel Falcao, Ivan Cordoba, Carlos Valderrama,dan Rene Higuita. Tebakannya, di antara pemain, siapa yang cocok dipanggil menjadi pemain sepak bola Kolombia terbagus sepanjang sejarah. Inilah pertanyaan yang perlu kita jawab memakai tulisan ilmu Bola berikut ini.

1.Carlos Valderrama

Sang Carlos Valderrama ialah salah satunya pemain sepak bola Amerika selatan yang paling penting ketika ti tahun 1990. Pemain yang satu ini bisa dikatakan setara dengan pemain-pemain terkenal serupa Romario dan Maradona. Lain pula dengan pemain yang satu ini serupa gayanya, Valderrama juga memberi pencinta sepak bola untuk pemain-pemain berpengnalaman, kesuburan yang tinggi, dan pintar dalam mengassosiasikan takti dari pelatih. Valderrama bergabung dengan timnas Kolombia ketika di tahun 1985 sampai di tahun 1998 dan mengambil rekor jumlah pertandingan yang paling banyak untuk total 112. Hasil istimewa yang terbaiknya ialah ketika mengambil penghargaan South American Footballer of the Year di tahun 1987 sampai di tahun 1993.

2.Radamel Falcao

Untuk yang satu ini tidak perlu kita ragukan lagi, Radamel Falcao  ialah salah satunya pemain penyerang yang terbaik di Eropa waktu itu. Dia yang perluh di contoh incaran-man yang komplet; hebat, linca, cepat, dan mempunyai taktik yang sangat tinggi, ketika bermain dengan klub Atletico Madrid dalam waktu di tahun 2011 sampai di tahun 2013, Falcao berhasil mengambil 1 trofi Copa del Rey, 1 trofi Europa League, 1 trofi UEFA Super Cap, dan 1 trofi Copa del Rey, dan dia juga sukses sebagai top skorer di La Liga Portugal dan mendapatkan juara kompetisi itu waktu berlaga di klub FC Porto di tahun 2009 sampai di tahun 2010 yang kemain.
3.Ivan Cordoba

Dihitung dari semua jumlah trofi yang berhasil diambil, sosok Ivan Cordoba ialah salah satu pemain Kolombia yang berhasil bermain di Liga Eropa. Pemian yang satu ini sebagai posisi bek klub Inter Milan dalam waktu di tahun 1999 sampai di tahun 2012. Dalam waktu 14 tahun itu, sang Ivan Cordoba memperolehkan 5 gelar ketika di Serie A, masing-masingnya yaitu, 1 trofi Liga Champions, 1 trofi FIFA Club World Club, dan 4 trofi Coppa Italia. Biar pun hanya tingginya 174 cm, Ivan Cordoba dikenal menjadi bek yang paling kuat, yang pasti dalam memperhitungkan serangan dan memotong gerakan-gerakan dari lawannya.

4.Rene Higuita

Inilah Rene Higuita selalu dibilang menjadi salah satunya Kiper Amereka selatan yang terbaik sepanjang sejarah. Selain dengan kehebatannya, kiper yang berambut keribo itu juga bisa dikatakan mendapatkan pujian dari pikah pendukungnya. Dia enggak hanya sanggup menjaga gawangnya, akan tetapi dia juga sering beruba menjadi seseorang libero, dan bahkan kadang-kadang dia maju ke daerah lini lawan dan sampai-sampai dia bisa memperoleh tendangan gol. Selama untuk karirnya, sang Rene Higuita sukses mencetak 42 gol yang selain terbesernya yang dilakukannya melalui tendangan bola mati atau pun tendangan dari kota penalti.
Share:

Kamis, 23 Maret 2017

SATU KEBERHASILAN BUAT LAMUNA-LAMUNA SLOVAKIA


Berita bola-perpisahan Beludru, biar terjadi untuk damai, menjadikan kekejaman sepak bola untuk timnas Slovakia. Menggunakan kerja keras, Slovakia saat itu sudah berada sangat-sangat dekat oleh impiannya mereka.

Seluru dunia menyadari kalau nama Cheskaslovakia menjadi salah satu negeri dengan sepak bolanya. Pada waktunya, peserta-peserta dari timnas Cheskaslovakia sejajar oleh para pemain-pemain yang terhebat didunia. Panggil aja Josef Masopust yang mengambil gelar menjadi pemain yang terbaik di Eropa pada tahun 1962 dan Antona­n Panenka, penolong tim Cheskaslovakia saat di final Piala Eropa pada tahun 1976 yang tendangan gayanya banyak ditiru pesepakbola waktu itu.

Semuanya tinggal nama dikarenakan timnas Cheskaslovakia sudah enggak ada lagi. Waktu taggal 1 Agustus pada tahun 1993, Cheskaslovakia terpisah untuk 2 negara, Slovakia dan Republik Cheska. Perceraian yang berlangsung makmur itu lalu dikenal sebagai perpisahan Beludru.

Ketika waktu itu pun sepak bola Cheskaslovakia menjadi berganti kostum. Tim Republik Cheska sangat-sangat beruntung dikarenakan mendapatkan pewaris hasil dan pemain tim Cheskaslovakia. Malahan, Slovakia harus mendirikan kembali timnasnya sendiri mulai dari nol lagi. Akan tetapi timnas  Slovakia sudah bergabung dengan UEFA sejak pada tahun 1993, baru diresmikan masuk ke FIFA pada tahun 1994.
Baru timnas Slovakia pelan-pelan merenovasi sepakbolanya mereka biar bisa bersaing oleh negara yang lainnya. Pastinnya di seluruh Eropa. Turnamen Eropa pada tahun 1996 menjadi début Slovakia di perlagaan yang sah. Bergabung di Grup 1 bersama negara lainnya yaitu dengan Prancis, Rumania, Azerbaijan, Polandia, dan Israel, Slovakia bermain sangat bagus dan mendapatkan di posisi yang ke-3 klasemen mendapat 4 keberhasilan, 2 hasil seri, dan 4 lainnya kalah. Biar begitu itu belum cukup lagi untuk membawa mereka ke Euro pada tahun 1996 ketika itu berlangsung di markas Inggris.

Ketika yang bergabung, oleh Republik Cheska memperlihatkan hasil yang jauh lebih bagus untuk melewatin putaran Final, sampai-sampai Tomaas Skuhrava duduk. Sukses melompat sampai partai final walaupun pada akhirnya mereka di partai tertinggi ditaklukkan oleh timnas Jerman untuk posisi akhir dengan skor 2-1.

Gugur di saat pertandingan Piala Eropa pada tahun 1996, Slovakia selalu maju untuk yang berikutnya, dikompetisi Piala Dunia pada tahun 1998. Prestasi renda pun yang didapatkan dengan Slovakia kala menjalani tim di petaran babak Piala Dunia pada tahun 1998. Mereka yang waktu itu diurus dengan Jozef Jankech enggak bisa memperoleh catatan terang. Tim itu hanya bisa menempati di peringgat ke-5 A di belakangnya Yugoslavia, Spanyol, dan dan Republik Cheska Â, di posisi Grup 5.

Perobahan masif pun dilaksanakan dengan timnas Slovakia, kepala organisasi bola kaki Slovakia, pastinya di sektor junjungan pemain-pemain muda, kedidikan dan prasaran. Semuanya dilaksanakan untuk mendapatkan mimpi berlaga di dua kompetisi terhormat, Piala Dunia dan Piala Eropa.

Pembenahan yang dilaksanakan pun mendapatkan prestasi. Di berapa peserta yang berbakat Slovakia pun mulai bernampakan ketika di awal tahun 2000. Salah satunya seperti Róbert Vittek, Stanislav Asestaik, Marek Mintail, dan Martin Askrtel. Pemain-pemain serupa Miroslav Stoch, Vladimar Weiss,dan Maren Hamasak menyusul di berapa musin berikutnya.

Pemain-pemain yang diatas mulai nampak tidak kala cara bermainnya di klub-klub lainnya untuk kelas puncak di Liga Prancis, Italia, dan Jerman. Pada akhirnya gelagat-gelagat emas dari Slovakia itu menjadi disegani permainannya dan diambil oleh klub-klub lainya yang lebih mantap. Di tahun 2007, Hamasak sebagai pemain di lini sayap klub Napoli sesudah 4 musin membela Brescia. 1 tahun kemudian, sang Askrtel diambil oleh klub raksasa Iggris yaitu Liverpool dari Zenit St. (Petersburg ).


Share:

Rabu, 22 Maret 2017

MENGINGAT KLUB YUGOSLAVIA KETIKA BRASIL DARI EROPA

Berita bola- nama lengkap Yugoslavia, pada dulunya ialah salah satunya negara di tenggara Benua Eropa yang terdiri pada tahun 1918. Negara itu beribukota di Beograd itu pernah mendapatkan fase pergantian dari kerajaan Yugoslavia memasuki didaerah barisan yang bernama Republik Federal Sosialis Yugoslavia yang digabungkan dengan  Josip Broz Tito ketika di tahun 1945.

Lebarnya mejangkau 102.350 km², nyaris setingkat oluh lebar Pulau Jawa yang mencapai hingga 125.700 km².secara kafisitas, ; sekarang ini timnas Yugoslavia sudah terpisah dengan beberapa negara salah satunya Bosnia, Montenegro, Slovenia, Makedonia, Serbia, Herzegovina, Kosovo, dan Kroasia.

Aslinya, permainan Yugoslavia pertama kalinya di tahun 1918. Dimana waktu itu dari kesultanan Yugoslavia mendirikan timnas Yugoslavia yang disebut-sebuat dengan sebutan Plavi atau pun angkatan biru yang disamakan dengan warna bajunya mereka untuk bermain di markas. Untuk navigasinya, timnas bertansformasi sebagai salah satunya ketajaman baru di dunia sepak bola. Sempat mengalami derita disaat ditaklukkan oleh timnas Cekoslovakia dengan skor 7-0 dalam perlagaan internasional untuk pertama kalinya mereka di Olimpiade di tahun panas Antwerpen di tahun 1920, timnas itu secepatnya tegak. Tingginya terjadi ketika dekade lalu waktu itu Plavi sukses sebagai semifinalis dalam perlagaan yang pertama di Piala Dunia tepatnya di markas Uruguay. Prestasi itu kembali lagi mereka ambil pada perlagaan di Piala Dunia pada tahun 1962 di markas Chili. Waktu itu mereka mewakili Republik Federal Sosialis Yugoslavia dan pada akhirnya perlagaan itu ditaklukkan oleh sang tuan rumah dengan skor 1-0 melalui gol dari Eladio Rojas ketika dimenit-menit yang terakhir.
Bukan aja di Piala Dunia. Perjalanan tim itu waktu di lini Eropa pun enggak bisa dianggap enteng. Sang Plavi sudah ambil dua kali runner-up ketika bermain di Piala Eropa pada tahun 1960 dan pada tahun 1968. Memasuki dengan final di Piala Eropa pada tahun 1986 ketemu dengan timnas Italia. Tim itu sampai sempat bermain dengan imbang dengan skor 1-1 sebelumnya mereka kalah 2-0 dalam perlagaan repetisi lewat tendangan gol dari Pietro Anastasi dan Luigi Riva ‘’ masa itu dalam perlagaan itu belum diadakan dengan cara  extra time’’.

Kepastiannya, dengan Plavi seakan menjadi langganan Piala Eropa dan Piala Dunia biar pun mereka sering enggak dikasih mengikutin turnamen dalam beberapa pertandingan dikarenakan posisi Yugoslavia yang enggak beraturan dan parahnya sangat sering peperangan persaudaraan.

Dipanggil dengan Brasil dari Eropa

Waktu berdiri dalam era kejayaannya, timnas Yugoslavia juga mendapatkan panggilan sebagai Brasil dari Eropa dikarenakan cara bermain mereka untuk strategi dalam mematikan pastinya Brasil yang waktu itu masih hebat dikarenakan gesekan ajaib Pele dan teman-temannya. Plavi mendapatkan peserta-peserta yang top seperti Stjepan Bobek, Dragan Džaji, dan Branko Zebec yang disebut-sebut sebagai pemain sepak bola yang terbaik waktu itu.

Masa itu Džaji, dipanggil dengan kehebatan dribbling, ketelitian oper, dan tendangan bola matinya yang sangat luar biasa. Kehebatannya membawaknya oleh gelar pencetak gol yang paling banyak dalam perlagaan Piala Eropa pada tahun 1968. Lain Džaji dan lain dengan Branko Zebec mewakili untuk kariernya menjadi pemain lini bek kanan, dia lalu bermetamorfosis sebagai salah satunya kisah sejarah Yugoslavia. Sebenarnya, dia diciptakan ketangkasan dan kehebatan dalam laga diudara, akan tetapi ada satu hal yang membuat keberhasilannya yaitu versatilitas yang sangat tinggi dikarenakan dia bisa didudukan di posisi mana pun dan dia seakan-akan berlaga dengan baik. Bobek, yang berketempat menjadi seorang penyerang dan dia memperoleh sebagai pencetak gol yang terbanyak yang pernah dipunyai dengan Yugoslavia untuk catatan 39 gol dari 69 perlagaan.
Share:

Selasa, 21 Maret 2017

KISAH PERJALANAN PEMAIN TIMNAS MEKSIKO KETIKA DI MU


Berita bola- Nama lengkap Javier Hernández Balcázar lahir pada tanggal 1 juni tahun 1988 usia 26 tahun, salah satunya ialah pemain sepak bola asal Meksiko dia bermain menjadi penyerang di klub La Liga di Real Madrid, sebagai posisi pinjaman dari klub MU dan timnas Meksiko. Javier Hernández Balcázar berlaga sebagai panggilan, Chicharito ‘’ Spanyol: si kacang polong’’, di kostumnya. Ia lebih dahulunya berlaga untuk klub Meksiko di Guadalajara, dan Hernández sebelum bergabung dengan klub Meksiko ia pertama kalinya bergabung oleh klub MU.

Disaat Javier Hernández Balcázar melaksanakan permainannya untuk timnas meksiko ketika di bulan September pada tahun 2009 ketika berlaga melawam timnas Kolombia. Ia juga mewakili tim ketika di Piala Dunia FIFA di tahun 2010 dan diiringi Piala Emas CONCACAF pata tahun 2011. Hernández ialah pencetak gol yang terbanya ketika di Piala Emas memperoleh 8 gol dan diberikan menjadi pemain yang paling penting dari kompetisi. Hernández ialah tertera pencetak gol yang paling tinggi dari semua pemain-pemain untuk timnas Meksiko.

Hidup di awalnya

Hernández ialah lahir di Guadalajara, Jalisco merupakan petama kalinya bermain di Liga junior waktu dia berumur 7 tahun. Ayah dari, Javier Hernández Balcázar, dulunya seseorang pemain penyerang di salah satu timnas Meksiko sebelumnya. Memberitaukan kalau dia tidak pernah menyangka kalau anaknya bisa menjadi seorang pemain yang sangat terkenal. Hernández bersatu oleh C.D. Guadalajara ketika dia berumur 9 tahun dan mengesahkan perjanjian untuk pertama kalinya disaat dia berumur 16 tahun. Dia dipastikan untuk berlaga di Liga Championship FIFA Dunia U-17 di tahun 2005, akan tetapi dia cedera absen dari klub itu dan pada akhirnya berhasil mendapatkan juara.


Hasil klub ketika di C.D. Guadalajara

Hernández membuat hasil untuk klub Chivas di tahun 2006 waktu klubnya mengambil kemenangan dari Necaxa di markas Jalisco. Untuk skor 3-0, Hernandez masuk menjadi penggantinya Omar Bravo memasuki di menit 83, sebelumnya mengasilkan gol yang ke-4 dari pertandingan 5 menit berikutnya. Itu termaksud satu-satunya gol dalam 7 pertandingan pada tahun 2006-2007. Ia membuat 4 pertandingan untuk berikutnya ketika di tahun 2007-2008 tampa memberi pengasilan.

Hernández berjalan di 10 pertandingan disaat Apertura pada tahun 2008 tampa memberi gol, akan tetapi dia mengasil 4 gol dalam 15 pertandingan ketika di tahun 2009 Clausura. Dan pada akhirnya dia berhasil menjadi pencetak gol ketika kemudian harinya, untuk 11 gol dalam 17 pertandingan. Memasuki di tahun 2010 Torneo Bicentenario untuk 8 gol waktu 5 perlagaan. Dia berhasil menjadi pemain terbaik di Torneo Bicentenario, untuk 10 gol dalam 11 perlagaan dan sesudah melewatin lima perlagaan tampa bermain dikarenakan cedera yang didapatkannya.

Disaat di klub Manchester United

Waktu Manchester United untuk pertama kalinya mulai mengetahui jejaknya Hernández waktu di Oktober di tahun 2009, disaat menganjur bakatnya untuk ke timnas Meksiko memasuki di bulan September dan mengasih informasi positif sesudah melihat beberapa aksihnya. Berhubung umur Hernández waktu itu, klub pertamanya menyiapkan untuk melihatnya sesudah melakukan jalan untuk mengambilnya. Akan tetapi kemampuan sangkutannya dalam timnas waktu di Piala Dunia membikin tim bersegera untuk membikin panggilan. Untuk penganjur bakat MU, Jim Lawlor, mengutuskan untuk ke timnas Meksiko selama 3 minggu ketika di bulan Agustus untuk melihat permainan Hernández dan memberikan informasi lain yang pasti masalah Hernández, dan pada akhirnya pengacara klub mengutuskan pergi ke timnas Meksiko untuk mengusur kedatangan Hernández.
Share:

Senin, 20 Maret 2017

EMPAT PEMAIN TIMNAS CHILI TERBAIK DARI TAHUN KE TAHUN


Timnas sepak bola di Amereka Selatan enggak cuma permainan dengan Argentina, Brazil, dan Uruguay. Selain ke-3 timnas itu, timnas Chili juga iyala salah satunya yang paling dihargai di dunia sepak bola internasional. Hasil yang baik Chili ialah mendapatkan peringkat ketiga waktu di Piala Dunia di tahun 1962. Negara itu juga sudah 5 kali mendapatkan posisi yang ke-3 dalam copa Amerika.

Negara itu menjadi salah satu negara sebagai pandangan sepak bola yang tanggu. Tidak heran jikalau tim Chili sudah mengambil banyak pemain sepak bola yang kualitas. Kecuali pemain Alexis Sanchez yang bermain cemerlang beserta klub Barca didalam tiga tahun itu, masih ada pemain-pemain top lainnya serupa Ivan Zamorano, Leonel Sanchez, Marcelo Salas dan masih banyak lagi yang lainnya. Siapa pemain itu? Mengikuti arti dalam artiker cara Bola berikutnya..

1. Leonel Sanchez

Dari Leonel Sanchez ialah penyerang nomor 1 di tim Chili ketika di Piala Dunia di tahun 1962. Di kompetisi itu, sang Leonel Sanchez berhasil membuat negaranya mengambil juara yang ke-3 dan diiringi sebagai top skorer di kompetisi itu. Bukan itu aja. Leonel Sanchez juga mendapatkan rekor hasil prestasi yang terbanyak untuk tim Chili sebagai catatan 86 Caps.tidak hanya berhasil di lini timnas. Perjalana Leonel Sanchez di level klub juga sangat-sangat mencermelangkan semasa karirnya menjadi pemain sepak bola yang terlatih dalam duapulu tahun di tahun 1953 hingga di tahun 1973. Dia 7 kali mengambil juara ketika di Liga Chili beserta Universidad de klub Chile.


2. Elias Figueroa

Sang Elias Figueroa sangat dikenal sebagai salah satunya Sweeper terbaik di dunia. Dia mempunyai teknik berlaga yang sangat-sangat bermoral, selao. Dan penuh perkiraan. Elias Figueroa mempunyai kehebatan yang sangat luar biasa dalam tackling, marking, interception, dan heading. Dia memperantarai timnas Chili ketika di Piala Dunia di tahun 1966 dan di tahun 1974 hingga di tahun 1982. Bukan itu saja, Elias Figueroa juga tertera menjadi pemain sepak bola Amereka Selatan yang terbaik di tiga tahun beriring-iring, ketika di tahun 1974 sampai di tahun 1976. Karirnya bermain di klub juga sangat cemerlang. Di sana Elias Figueroa mendapatkan 2 trofi di Liga Brazil, 2 trofi di Liga Uruguay, 2 trofi di Liga Chili, dan 1 trofi di Liga Amerika Serikat.

3.Marcelo salas

untuk Marcelo Salas ialah salah satu top skorer di timnas Chili sepanjang sejarah untuk total gol 38 kali. Temannya beserta dengan Ivan Zamorano ketika di tahun 1991 di prediksikan menjadi duet penyerang timnas Chili yang terhebat sepanjang sejarah. Salas mewakili negara itu ketika di Piala Dunia di tahun 1998, mencetak total 5 gol dan melakukan bersama-sama Bronze Shoe. Dan mereka juga cukup berhasil berlaga di pertandingan di klub, di mana Marcelo Salas mengambil 3 trofi ketika di Serie A bersama klub Juventus dan Lazio, 3 trofi Liga Argentina beserta River Plate. serta  2 trofi Liga Chili beserta Universidad.

4. Ivan Zamorano

Bagi Ivan Zamorano ialah pemain yang disebut salah satu penyerang yang terbaik di Madrid sepanjang sejarah. Zamorano mengawali karirnya ketika di Eropa di klub Liga Swiss. Lalu dia pindah ke klub Sevilla di tahun 1990 dan mulai menampakan kehebatannya menjadi penyerang kelas dunia di klub itu. Dia pun di ambil dengan Madrid ketika di tahun 1992, dan di dalam 5 tahun belaga dengan Los Galacticos, Ivan Zamorano berhasil mengambil 1 trofi di La Liag dan diiringi sebagai top skorer pertandingan itu. Permainannya beserta dengan Timnas Chili juga sangat-sangat baik, di sana Ivan Zamorano berlaga sebanyak 70 laga, mencetak 36 gol, dan menyumbang di negaranya mengambil mendali perunggu ketika Olimpiade di tahun 2000 tersebut.
Share:

Minggu, 19 Maret 2017

KISAH PERJALANAN POLANDIA MERUPAKAN IRONI OLEH TIMNAS UKRAINA



Berita bola-ketika timnas polandia berhasil lewat dari grup C waktu Piala Eropa pada tahun 2016, sesudah menaklukkan tinmas Ukraina untuk skor 1-0 di markas Velodrome, Marseille, pada hari selasa tahun 2016. Gol satu-satunya dari Polandia itu di cetak oleh Jakub Błaszczykowski pada menit 64, sesudah mendapatkan umpan dari Arkadiusz Milik.

Lewatnya dari fase grup waktu  Piala Eropa kali itu ialah kenangan untuk tim Polandia. Sebelum-sebelumnya sepak bola Polandia yang berjuluk The White Eagles’’Si Elang Putih’’ itu belum pernah lewat dari grup Piala Eropa. Sampai-sampai timnas Polandia pun gagal lewat sewaktu mereka menjadi tuan rumah di Piala Eropa pada tahun 2012.

Ialah lewatnya Polandia masa itu menjadi pembayaran yang enggak hadir disaat Piala Dunia di tahun 2014 Brazil. Pastinya keceriyahan Polandia enggak berlaku untuk timnas Ukraina. Kenangan yang ditulis Polandia masa itu mempuat kesedihan untuk Ukraina, untuk negeri yang berusaha bersama-sama membuka Piala Eropa di tahun 2012 itu. Alasan Ukraina belum perna lewat dari fase grup semasa langka mereka berlaga di kompetisi Piala Eropa.

Lini sayap  tidak adanya peserta Ukraina

Enggk ada yang bisa mengganti dari 3 pertandingan yang dilakukan oleh Ukraina. Tim mereka selalu mengandalkan ke-2 pemain sayap yang dimainkan oleh Andriy Yarmolenko (kanan) dan Yevhen Konoplyanka (kiri). Dan promasih Ukraina akan padam disaat dua pemain itu enggak berdaya.

Soal itu balik kembali terulang saat pertandingan itu. Timnas Polandia berlaga untuk bertahan saat pertandingan itu dan Ukraina berambisi untuk menyerang. Motif pertahanan Polandia ialah memasang kedua full-back biar tetap bermain bertahan. Akan tetapi mereka lebih memili untuk menjaga areanya sewaktu memberi serangan balik mereka.

Konoplyanka dan Yarmolenko susah untuk bergera luas dikarenakan taktik pertahanan Polandia ini. Pemain sayap Ukraina itu enggak bisa mendapatkan ruang kosong dikarenakan penyerang tunggalnya, mereka Roman Zozulya, sangat jarang untuk menemukan posisi yang cantik. Sebenarnya penyerang penendang bola itu ialah taktik yang dibuat Ukraina semasa pertandingan Piala Eropa pada tahun 2016 itu.

Sang Zozulya balik kembali urung membalas kerepcayaan menjadi penyerang pertamanya Ukraina. Sebenarnya posisinya sempat tersingkir oleh Yevhen Zeleznyov waktu pekan yang ke-2 di Piala Eropa. Pemain kedua itu yang gagal membikin tim Ukraina seakan-akan membikin kangen untuk Andriy Shevchenko.

Sebenarnya Shevchenko sudah pekerjakan sebagai Asisten Pelatih Timnas Ukraina. Akan tetapi Zeleznyov dan Zozulya masih-masih belum bisa berubah serupa Andriy Shevchenko, dewa dari tim Ukraina. Waktu itu Ukraina sudah mempuyai  dua memain sayap yang selalu akan diandalkan dalam pertandingan. Akan tetapi sangat percuma apa bila ke-2 pemain sayap itu enggak diduga dengan dewa. Untuk dewa itu diharuskan berposisi dalam posisi penyerang lini tengah.

Terpisahnya untuk Menyakitkan untuk Tymoschuk

Angkatan dari Andriy Shevchenko di perkuat Ukraina waktu itu masih tersisa. Angkatan itu diwakili dengan Anatoliy Tymoshchuk dan Vyacheslav Shevchuk. Akan tetapi Tymoshchuk sangat ironis dengan Piala Eropa untuk kali ini. Lain dari Shevchuk yang terus lagakan dari babak pertapa dengan babak dua pertandingan diawal untuk grup C, sedangkan Tymoshchuk selalu sebagai penonton di kursi cadangan.

Sebenarnya Tymoshchuk ialah peserta yang mempuyai banyak hasil gelar di pertandingan antar klub sepak bola. Dia sempat mengambil beberapa gelar juara beserta Zenit St, Shakhtar Donetsk dan Petersburg, ketika berlaga di klubnya Bayern Munich dan waktu itu yang dibelanya ketika di tahun yang kemarin.
Share:

Sabtu, 18 Maret 2017

MENELUSURI BEKAS PEMAIN BRASIL YANG TERHEBAT SEPANJANG SEJARAH


Berita bola-timnas Brasil sangat terkenal menjadi salah satu negara sepak bola yang melahirkan banyak pemain-pemain yang top. Akan tetapi, sejarah yang terbesar ketika menjuarai Piala Dunia di tahun 1970 itu tidak mungkin terlupakan. Malah, tim yang bermain di timnas pada tahun 1970 adalah yang terindah sekaligus mendapatkan keberhasilan tertanggu Brasil sepanjang sejarah. Menaklukkan Timnas Italia dengan skor 4-1 di partai paling tinggi.

Sangat di sayangkan, beberapa pemain yang besar mengisi tim bintang Brasil tersebut tutup usia satu demi satu da seiringnya tambah umur. Salah satunya ialah Carlos Alberto yang sudah meninggal dunia, pada hari selasa (25/10) dikarenakan derita penyakit jantung.

Beserta daftar pemain-pemain dari timnas Brasil ketika di Piala Dunia pada tahun 1970 bersama kariernya usia melepas dari pemain sepak bola.

1. pele

Untuk semua orang. Peserta sepak bola yang terkenal dan yang terhebat untuk tendangan pisangnya itu ialah pele. Dia menciptakan satu dari empat gol sewaktu laga di final pada tahun 1970 dan membuat beberapa tendangan yang bersejarah. Pele diciptakan menjadi pemain yang terbaik untuk mengambil 3 gelar di Piala Dunia tahun itu.

Sesudah membereskan kariernya dari sepak bola dengan  New York Cosmos, sang Pele pun hadir menjadi pengajar olahraga seiring duta PBB di beberapa perusahaan yang terbesar.

Saat ini. Di umurnya yang menginjak 73 tahun, keadaannya yang sangat mencemaskan. Di akhir-akhir bulan ini ia sering sakit dan sering keluar masuk dari rumah sakit. Dan dia harua memakai kursi roda.



2. Felix

Ini lah seorang kiper, Felix ialah sang pahlawan ketika timnas Brasil menang 4-1 dari timnas Italia di final pada tahun 1970. Dia pernah membela klub Brasil habis-habisan kurang lebih 41 kali dan mengambil 6 gelar internasional beserta tim dari Fluminese itu.

Berhenti manjadi kiper pesepakbola, dan dia lalu menjadi pedagang oto dan elektronik. Prevalensi merokoknya itu menimbulkan terserang penaykit emfisema dan wafat pada tahun 2012 ketika itu umurnya memasuki 75 tahun.

3. Carlos Alberto

Carlos Alberto namanya tidak pernah hilang selalu bersinar dikarenakan melepaskan gol ajaib untuk yang ke-4 pada laga final. Hasil itu merupakan menjadi sejarag untuk Carlos Alberto yang wafat dikarenakan mengidap serangan jantung yang diumurnya ke-73 tahun.

Dia merupakan pemain sebagai bek kiri dan kanan dari klub Santos di tahun 1975 dia sempat balik kembali ke tim pertama kalinya, Fluminense dan pada akhirnya berkumpul bersama klub Flamengo. Lalu dia memutuskan dirinya keluar dari Brasil ketika ia memilih bergabung untuk klub New York Cosmos beserta sang Pele.

Sesudah berlangsung menjadi pelatih di klub Brasil, salah satunya seperti klub Nigeria, Kolombia, Azerbaijan dan Meksiko, dan dia lalu pensiun ketika di tahun 2005. Dan dia saat ini sebagai pengawas di sebuah stasiun kereta api. Meninggalnya meninggalkan kenangan ialah disaat dia dijadikan menjadi 'kapten yang tegas'.

4. Everaldo

sang Everaldo ialah seseorang pemian bek kiri yang sangat-sangat kuat dan berdarah. Biar pun dia pernah berposisi sebagai peserta internasional untuk mewakili timnas Brasil pada tahun 1968, sang pelatih Mario Zagallo mengasih Everaldo untuk kesempatan yang sangat besar ketika perlagaan di Piala Dunia di tahun 1970 itu.

Dia berhasil merahi 24 caps sampai tahun 1974 dan meraka semata-mata kalah sekali saja. Dan lalu dia untuk mencoba mendatangi ketatanegaraan sesudah dia pensiun akan tetapi meninggal dikarenakan kecelakaan mobil beserta istri dan seseorang anak perempuannya pada tanggal 20 November tahun 1975.




Share:

Jumat, 17 Maret 2017

KETIKA DI EURO 2004 GUNCANGAN DARI NEGARA PARA PUJAAN


Berita bola – timnas Yunani bisa dibilang lebih dikenal mempunyai sejarah dan kepercayaan yang berhubungan dengan para dewa. Maka itu, mereka disebut-sebut ( Negara Para Pujaan ) mendengarkan sejarah dan kepercayaan negara itu lebih mengagumkan daripada mengikuti dan mendengarkan sepak bola klub itu.

Akan tetapi, ketika di Piala Eropa pada tahun 2004 ceritanya lain. Klub Yunani malah mempersembahkan kejutan yang besar di dunia sepak bola Eropa. Klub Yunani yang tidak pernah dimasukan lebih dahulu dan tetap dianggap sebagai tingkat 2 atau pun tingkat 3. Akan tetapi malah klub itu menjadi juara sesudah mereka menaklukkan tuan rumah Portugal dengan skor 1-0 di pertandinga final.

Di Piala Eropa waktu itu diadakan di markas Portugal untuk yang pertama kalinya. Pastinya, sangat banyak yang menebak kalau Portugal yang waktu itu dilatih dengan Luiz Felipe Scolari akan bermain menjadi yang paling terbaik. Apalagi saat itu kita lihat formasi pemain-pemain dari timnas Portugal yang waktu itu diperkuat pemain bintang serupa Cristiano Ronaldo, Sabrosa Simao, Luis Figo, Rui Costa dan masih banyak pemain-pemain top.

Kita banding untuk klub Yunani yang waktu itu hanya diturunkan oleh pemain-pemain ‘’lapisan 2’’ itu iyalah Theodoros Zagorakis, Giorgios Karagounis, Angelos Basinas, Angelos Charisteas, dan pastinya untuk kiper Antonios Nikopolidis.

Akan tetapi, Pelatih Yunani, Otto Rehhagel, bisa memaksimalkan sesuatu peserta yang diadakan. Dia bisa melakukan perkiraan di atas kertas enggak terbukti sama sekalinya. Klub Yunani sudah berhasil melakukan Potugal tidak berkutik di pertandingan pembukaan di Piala Eropa pada tahun 2004 itu. Bermain dengan sekuatnya yang tercantik, klub Protugal maka kala untuk skor 1-2. Gol keberhasilan untuk klub Yunani dicetak dengan Karagounis pada menit ke-7 sedangkan Basinas pada menit ke-51 lewat luar kota pinalti.

Di pertandingan yang ke-2, klub Yunani kembali melakukan sang pemain sepak bola kesima. Kumpulan "Ethniki" sanggup menahan seri dengan skor 1-1 sedangkan saat itu Spanyol yang diperkuat dengan seseorang seperti Raul Gonzales, Fernando Morientes, Iker Casillas, dan Carles Puyol.

Permainan memesona klub Yunani kembali lagi menaklukkan salah satu klub besar di perempat final. Kali itu, klub Perancis yang di geser mantan juara piala dunia empat tahun yang lalu. Yunani berhasil memenangkan dengan skor yang sangat tipis 1-0 lewat gol dari Charisteas pada menit ke- 68.

Baru, timnas Republik Ceko yang masa itu masih mempuyai pemain-pemain yang hebat, juga mereka habisi di semifinal. Akhirnya Yunani pun memasuki ke final dan kembali bertemu oleh klub Portugal. Masih-masih pemain Otto Rehagel mempermalukan sang tuhan rumah. Saat itu Charisteas sebagai bintang untuk mencetak gol satu-satunya pada menit ke-59.

Sebenarnya, permainan yunani kurang mengasikkan. Tim mereka bermain hanya bertahan saja dan menjaga kekompakan untuk tim. Lalu hanya sesekali memuluskan untuk melakukan serangan baliknya.akan tetapi, taktik itu yang sering membuat musuh kecewa, lalu mereka menjadi melengah. Dari, waktu kesalahan itu klub Yunani pandai mengambil peluang. Tidak diharuskan bergaya, akan tetapi harus menang. Dengan, cara dan taktik itu yang membuatkan Yunani menjadi sang juaranya.

Untuk itu iyalah pendapatan yang sangat luar biasa bagi klub Yunani  dan pastinya untuk sepak bola Eropa. Mereka mendapatkan keberhuntungan dari kesempatan itu. Musuh lebih bagus secara taktik ketimbang mereka, akan tetapi mereka bisa mengambil kesempatan itu. Timnas Yunani membikin sejarah dalam sepak bola Eropa. Itu iyalah kehebohan,’’ perkatan Rehhagel sesudah usai bertarung.


Share:

Kamis, 16 Maret 2017

KISAH SEJARAH BULGARIA; SI PINTAR, AKAN TETAPI DEGIL


Berita bola – apakah kamu masih ingat dengan pemain Hristo Stoichkov? Dia iyalah salah satu pemain sepak bola yang sangat terkenal dan pintar disaat mengatur bola di atas lapangan hijau. Disisi lainnya, Stoichkov mempunyai persoalan pembawaan sehingga menjadikan dibenci oleh yang lain.

Sosok Stoichkov iyalah pemain sepak bola terbaik yang pernah dihadirkan dengan klub Bulgaria, ia mempunyai gelar yang membikin bakatnya menjadi pemain sepak bola yang tidak usah diragukan lagi. Pemain yang berposisi sebagai penyerang itu merupakan pemain yang paling ditakuti karena mempunyai kecerdasan dan ditamba dengan telitinya. Akan tetapi mempunyai pembawaan yang sangat egois.

Disaat Stoichkov berada di arena lapangan, ia adalah pemain yang sangat hebat. Stoichkov sering sebagai pemain andalan ditimnya. Dan ia sangat terkenal mempunyai mental yang enggak mau kalah ketika di atas lapangan, Stoichkov akan selalu bertempur untuk mengambil bola dari awal perlagaan sampai akhir perlagaan.

Meskipun demikian, dengan permainannya yang sangat bernafsuh sering suka sebagai musuh pribadinya dan ia sebagai seseorang yang polemis, untuk sikapnya yang suka meletus-letus dan sering membuat protesan semacam lewat batas.

Impian tim favorit

Stoichkov Lahir di Plodiv, pada tanggal 8 Febuari tahun 1966, Stoichkov pertama kalinya menjadi pemain sepak bola ketika di divisi dua Liga Bulgaria, untuk mempererat klub Hebros. Permainannya membikin sesuatu tim yang terbesar di timnas Bulgaria, CSKA Sofia tergiur untuk mengambil Stoichkov yang disaat itu masih berumur 19 tahun.

Untuk satu tahun berikutnya, Stoichkov sempat ikut campur tangan dalam sesuatu keributan ketika di Bulgaria Cup, yang hampir saja membuatnya menerima hukuman berlaga selama seumur hidupnya. Sangat mujur, hukumannya waktu itu mengecil menjadi hanya 1 bulan aja dan enggak lama setelah Stoichkov

Kemudian pasal itu, Stoichkov balik kembali menampilkan bakat menjadi peserta sepak bolanya yang sangat-sangat berjaya disaat melakukan pencetakan golnya. Sampai, ia pernah mengambil Golden Boot di tahun 1989 sesudah menjadi top skorer di Eropa untuk mencetak 39 gol dari 31 perlagaan dalam satu tahunnya.

Memasuki di tahun 1990, sang Stoichkov yang baru mantap untuk memutuskan pindah ke klub Barcelona dan memakai kostum No punggung 8. Peserta yang berasal dari Bulgaria itu merupakan pemain citra skuad Dream Team Johan Cryuff, dan dia berhasil mengambil gelar juara tersebut mempresentasikan gelar pertamanya European Cup yang saat ini di panggil dengan Liga Champions ketika di tahun 1991-1992.

Sesudah itu, Stoichkov pun memutuskan pindah ke klub Parma pada akhir tahun pada tepatnya di tahun 1994-1995, pada akhirnya kembali lagi ke tim asalnya Katalan pada tahun akan datang. Walaupun seperti itu, ketika diawal karier Stoichkov di Camp Nou, dia sempat memperoleh waktu destruktif. El Pistolero merupakan julukannya ketika di Barcelona, dan dia sepmat memperoleh daraan larangan berlaga untuk selama 3 bulan lamanya.

Biar pun begitu, sang Stoichkov iyalah salah satunya peserta sepak bola yang terbaik yang sempat dipunyai oleh klub Barcelona. Ia enggak hanya mempresentasikan gelar sang juara, dan dia pencetak gol yang terbanyak, akan tetapi dia juga sebagai salah satunya favorit pendukung karena mempunyai kederasan, tendangan oleh kaki kirinya yang daisiat dan kehebatan yang sangat lain untuk menyebrangi musuh-musuhnya.

Penolong di tim Bulgaria

Merupakan salah satu karier yang terbaik Stoichkov iyalah ketika di Piala Dunia di tahun 1994. Kenapa enggak, El Pistolero sempat mengambil Ballon d’Or dengan majalah France Football. Hal itu didapatnya sesudah Stoichkov sukses menuntun timnas Bulgaria merahi hasil yang terbaik untuk lolos ke babak semifinal Piala Dunia ketika di tahun 1994.

Sangat di sayangkan, pelawatan Stoichkov duduk berhenti sesudah ditaklukkan dengan timnas Italia untuk skor 1-2. Sekalipun begitu, kekesalan Stoichkov sedikit diobati sebagai pemain top skorer di Piala dunia pada tahun 1994 itu beserta Oleg Salenko, penyerang andaran dari Timnas Rusia itu.

Share:

Rabu, 15 Maret 2017

PERJALANA ALFRED RIEDL DI DUNIA SEPAK BOLA


Berita bola - Alfred Riedl salah satu iyalah pelatih yang kini menggosok Timnas Senior Indonesia. Dia asalnya dari Wina, Austria, lahir tanggal 2 November tahun 1949. Dan ia sebelum menjadi pelatih. Iyalah bekas pemain yang berposisi menjadi penyerang.

Ketika Alfred menjaga karir sebagai pemain sepak bola yang terlatih di klub lokal, Austria Wien, pada tahun 1967 dan di tahun 1972. Di klub itu Riedl pernah mengambil gelar top skorer ketika di tahun 1969 sampai di tahun 1970.

Disaat umurnya memasuki 22 tahun, Riedl memutuskan untuk pergi ke Belgia. Dan dia bergabung dengan klub Saint Truiden pada tahun 1972 sampai tahun 1974 dan FC Antwerp dari tahun 1974  sampai tahun 1976 dan 4 tahun bergabung dengan Standard Liege pada tahun 1976 sampai di tahun 1980.

Ketika di Belgia, Alfred masih bisa menjaga insting sebagai pencetak gol. Tersebut, dan Alfred Riedl pernah 3 kali disebut menjadi top skorer Jupiler League di La Liga Belgia, rata-rata sewaktu bermain di Saint Truiden pada tahun 1972 dan di tahun 1973 dan diiringi Antwerp ketika di tahun 1974 dan tahun 1975.

Lalu Riedl pindah ke Perancis untuk bermain di FC Metz di tahun 1980. Akan tetapi dia bermain hanya satu tahun aja di Perancis, dan dia langsung memutuskan balik ke kampung halamannya untuk membelah Grazer AK pada tahun 1981-1982, dan Wiener Sportclub pada tahun 1982 sampai di tahun 1984 dan di VfB Modling pada tahun 1984-1985.

Lalu Alfred Riedl sempat juga diajak untuk bermain di Timnas  Austria. Perlagaan ketiga di Austria laga Kontra Hungaria pada tahun 1975 sebagai permainan Riedl untuk Timnasnya. Akan tetapi. Sangat-sangat disayangkan penampilannya Riedl di timnasnya tidak seindah ketika bermain di klub. Dari 5 kali kesempatan, tidak sekali pun Alfred memperoleh gol.

Dan akhirnya Riedl Pensiun dari sepakbola, dan Alfred Riedl berali sebagai pelatih. Klub pertama kalinya dia datangi iyalah kesebelasan asal Maroko, Olympique Khouribga di tahun 1993-1994. Sesudah berhenti dari Khouribga, dan Riedl pindah ke klub asal Mesir, Al-Zamalek di tahun 1994 sampai tahun 1995.

Selain mengajar di klub, Riedl pun diyakini sebagai pelatih tim internasional dibeberapa negara. Paling tidak, ada dua negara di Eropa salah satunya di, Austria pada tahun 1990 sampai tahun 1992 dan Liechtenstein pada tahun 1997-1998.

Perjalanan Riedl juga menempu hingga Asia. Ketika di Vietnam sebagai klub Asia yang pertama kalinya dilatihnya, di tahun 1998 sampai tahun 2001.

Dan Alfred sempat juga mengajari klub asal Kuwait, di Al Samiya ketika di tahun 2001 sampai tahun 2003, Alfred pun kembali lagi untuk mengajari klub Vietnam pada tahun 2003-2004, akan tetapi hanya 1 tahun aja, dan dia berputar arah ke barat untuk mengasah Timnas Palestina ketika di tahun 2004-2005.

Akan tetapi ternyata Alfred kembali lagi bergabung  untuk Timnas Vietnam. Hanya satu tahun menangnai Palestina, dan di kembali lagi dipercayai menjadi manajer timnas Vietnam pada tahun 2005 sampai tahun 2007, ketika masa waktu itu, klub Vietnam menjalani pasang surut penampilan.

Pada akhirnya didikan Riedl berhasil menaklukkan UEA untuk skor 2-0 dan berjalan sampai ke babak perempat final pada Piala Asia pada tahun 2007. Itu salah satunya sejarah untuk negara yang sudah pernah terpisah dikarenakan kasus falsafah itu.

Sangat disayangkan ketika di pertandingan SEA Games di tahun 2007, Riedl pun tidak bisa melanjutkan singgungan magisnya. Dan klub Vietnam hanya bisa mengambil medali perunggu. Dan Alfred pun pada akhirnya di gantikan kedudukannya digantikan oleh pelatih dari Portugal, yang bernama Henrique Calisto.
Share:

Selasa, 14 Maret 2017

KABAR SILUET PERWAKILAN DI PIALA DUNIA 2014 OLEH KLUB KROASIA

Berisi liputan perwakilan pemain Piala Dunia edisi untuk kali itu. Saya akan membicarakan negara pecahan dari Yugoslavia sebagai hasil yang terbaik ketika di Piala Dunia, salah satu klub Kroasia, yang akan berpartisipasi untuk yang ke-4 kalinya di kompetisi itu. Hasil yang baik bagi klub Kroasia ketika di Piala dunia iyalah sewaktu sukses sebagai juara ke-3 tepatnya di tahun 1998. Berkat peserta-peserta yang maksimum sedunia yaitu Ivan Rakitic, Luka Modric, dan Mario Mandzukic, klub Kroasia tinjau kesempatan untuk kembali memasuki kesemifinal Piala dunia ketika di tahun itu.

Kisah sejarah dan hasil bagi klub Kroasia

Sesudah klub kroasia berpisah dari Federasi Yugoslavia, klub kroasia untuk yang pertama kalinya mengikuti pertandingan resmi di tahun 1993, dan di tiga tahu berikutnya klub kroasia berhasil lolos memasuki pertandingan final Piala Eropa yang berlaga di markas Inggris. Diikutin peserta-peserta peringat satu sedunia salah satunya iyalah Robert Jarni, Dario Simic, Slaven Bilic, Zvonimir Boban, Davor Suker, dan Robert Prosinecki, klub Kroasia sukses melangka kebabak grup Piala Eropa ketika di tahun 1996. Perjalanan kroasia di Piala Eropa di tahun 1996 itu akhirnya di tahan dengan klub raksasa Jerman di babak perempat final. Saat itu pada akhirnya klub Jerman sebagai sang juara Piala Eropa di tahun 1996 itu.

Klub kroasia tampil kembali di pertandingan besar waktu itu sukses lolos ke Piala dunia pada tahun 1998 yang berlangsung di markas timnas Prancis. Bermain sebagai sebagian besar peserta anggota skuad ketika di Piala Eropa pada tahun 1996. Klub Kroasia bermain sekuat di Piala Dunia untuk keberhasilan membutikan menang telak dari Jamaika dengan skor 3-1. 3 gol itu ke gawang Jamaika dicetak dengan Davor Suker, Mario Stanic, dan Robert Prosinecki. Pada perlagaan yang terakhir untuk Grup H, klub Kroasia kalah 0-1 dari klub Argentina, yang membuat Kroasia runner up grup.
Memasukai di babak 16 besar klub Kroasia bertemu dengan perempat finalis Piala Dunia 1994, yaitu klub Rumania yang waktu itu masih diperketat oleh pemain-pemain berlegendaris serupa Petrescu, Gheorghe Popescu, dan Gheorghe Hagi, serta Bogdan Stelea. Klub Kroasia pada akhirnya bisa menyelesaikan klub Rumania berkat gol tunggal dari Davor Suker. Di babak perempat final dan padah akhirnya klub Kroasia bertemu kembali oleh klub raksasa jerman untuk yang kedua kalinya dan mereka berhasil menaklukkan mereka di perempat final. Diluar dugaan Kroasia memenangkan telak dengan skor 3-0 dari klub Jerman berkat gol dari Davor Suker, Goran Vlaovic, dan Robert Jarni.

Memasuki babak semifinal Piala Dunia pada tahun 1998, klub Kroasia yang sempat unggul terdahulu dengan skor 1-0 dari Prancis berkat gol Davor Suker dan pada akhirnya terkejar oleh klub Prancis dengan skor 1-2 sesudah kebobolan dua gol menghebohkan yang dicetak dari Lilian Thuram. Untuk perebutan posisi ke-3 di Piala Dunia pada tahun 1998, klub Kroasia pun sukses menaklukkan klub Belanda dengan skor 2-1. Ketika pertandingan itu Davor Suker berhasil mencetak gol untuk penentuan keberhasilan itu. Dan diiringi Davor Suker menjadi pemain top skorer Piala Dunia di tahun 1998 itu.

Sesudah berhasil di Piala Dunia di tahun 1998 itu. Klub Kroasia malah gagal lewat ke putaran final Piala Eropa pada tahun 2000. Dan klub Kroasia juga gagal lewat dari babak grup di Piala Dunia pada tepatnya di tahun 2002. Mereka dikalahkan oleh klub Meksiko dengan skor 0-1 ketika perlagaan yang pertama bagi Kroasis di Piala Dunia di tahun 2002 itu. Pada perlagaan untuk selanjutnya klub Kroasia sukses menaklukkan timnas Italia dengan skor 2-1 berkat gol dari Milan Rapajc dan Ivica Olic. Akan tetapi pada perlagaan terakhir di Grup G di Piala Dunia di tahun 2002. Klub Kroasia dikalakan oleh klub Ekuador dengan skor 0-1. Yang menyebabkan timnas Kroasia hanya menempati di posisi yang ke-3 di Grup G dan gagal melewatin ke babak berikutnya.

Ketika di Piala Eropa pada tahun 2004 dan di Piala Dunia di tahun 2006, klub Kroasia mereka gagal kembali untuk melewatin di babak grup. Dan selanjutnya memesuki di Piala Eropa pada tahun 2008 Klub Kroasia bisa menerobos babak perempat final. Akan tetapi 2 tahun berikutnya klub itu gagal melewati melangka ke putaran final Piala Dunia yang pada hari itu berlaga di markas timnas Afrika Selatan.
Share:

Senin, 13 Maret 2017

KLUB SPANYOL KLUB YANG TERBAIK DALAM KISAH SEPAK BOLA


Berita bola – salah satu klub Spanyol memberitakan peringkat mereka menjadi klub yang terbaik dalam kisah sepak bola sesudah menaklukkan klub Italia dengan skor 4-0 di kejuaan final Piala Eropa ketika di tahun 2012 di Kiev, Ukraina.

Klub asuhan pelatih Vicente de Bosque itu membuat kenangan untuk negaranya pertama kalinya yang bisa mempertahankan gelar juaranya, dan juga klub nasional yang pertama kalinya yang bisa mengambil 3 gelar juara di kompetisi besar secara beruntun sesudah Piala Eropa di tahun 2008 dan di iringi Piala Dunia di tahun 2010.

Keburu diduga sudah kehabisan kekuatan untuk permainna berlaga yang sangat luar biasa, klub Spanyol diluar dugaan sukses menunjukkan permainan menginvasi. Hasil yang sudah ditunjukan dengan tim rata-ratanya berposisi dalam berumur akan tetapi mereka itu diluar banyak perkiraan peneliti.

Xavi dan Andres Iniesta iyalah salah satunya hasil dibalik keberhasilan itu dikarenakan mereka yang mengnasih peran terpenting atas terjadinya gol oleh Fernando Torres, David Silva, dan juga Jordi Alba.

Fernando Torres, merupakan yang memberikan umpan mantap untuk sang Juan Mata untuk menendang gol yang keempatnya. Itu iyalah penentuan keberhasilan bagi klub Spanyol ketika menakklukkan klub Jerman di final Piala Eropa pada tepatnya di tahun 2008.

Hasil itu membuat pemain Chelsea itu menjadi pemain yang pertama kalinya bisa mencetak gol di dua final yang berbeda. Kemenangan dengan skor 4-0 itu juga mendapatkan rekor barunya menjadi yang pertama sepanjang sejarah ketika final Piala Eropa.

Sang bintang, Italia Mario Balotelli disaat mengnalakan klub Jerman dengan skor 2-1 di semifinal, kali itu enggak bisa berbuat apa-apa dikarenakan dijaga sangat ketat oleh peserta pemain belakang musuh.

Klub Italia untuk 40 menit yang terakhir harus bertanding dengan 10 orang pemain sesudah peserta digantikan ke-3 Thiago Motta di wajibkan keluar lapangan dikarenakan cedera.

" Mereka bertemu oleh klub yang kuat, perkataan pelatih dari Italia yaitu Cesare Prandelli mesanjung permainna klub Spanyol. ‘’Klub itu (Spanyol) iyalah sang juara dunia. Pasti aja, disaat mereka berlaga untuk sepuluh peserta, maka habisla sudah,’’perkataannya.

KLUB SPANYOL JUGA BISA MENGINVASI ;

Disaat Cesc Fabregas yang tidak di mainkan ketika di perlagaan semifinal berhadapan oleh klub Portugal, di partai puncak itu memasukan peran menjadi ‘’ penyerbu palsu ‘’ mirip disaat bertemu klub Italia ketika perlagaan penyisihan Grup C yang berakhir seri dengan skor 1-1 ketika 10 juli yang kemarin.

Untuk Pelatih Prandelli juga melakukan sesuatu pergantian oleh memainkan Abate untuk menggantikan Federico Balzaretti di lini sayap kiri sesudah Balzaretti merasa kelelahan usai mencampakkan klub Jerman ketika berlaga di semifinal.

Akhirnya klub Spanyol membuktikannya kalau tim mereka juag bisa membuktikan cara permainannya dengan menyerang yang selama itu tidak perna dilihatkan kepada perlagaan yang sebelum-belumnya.

Tentang itu ditunjukkan disaat perlagaan baru bermain 10 menit, Xavi yang berduet bersama dengan Fabregas yang hampir saja menjebolkan gawang klub Italia.

Namun lewat 4 menit kemudian, mereka berhasil memecahkan kebuntuan disaat Iniesta mengover umpan pendek ke Fabregas yang sukses menerobos bek Giorgio Chellini, sebelum mengnasih overran tarik untuk Silva.

Untuk masalah, dengan Silva pun berhasil mencetak gol yang pertama melalui tendangan kaki kirinya. Chiellini saat itu hanya berlaga 25 menit saja dikarenakan pemain belakan Juventus itu menjalani pada kakinya cedera dan diloker dengan pemain Balzaretti.
Share:

Minggu, 12 Maret 2017

INILAH PEMAIN-PEMAIN DI BALIK KEBERHASILAN ANGKATAN EMAS BAGI KLUB WALES


Berita bola – pertunjukan ketika Piala Eropa di tahun 2016 salah satunya hasil dari klub Wales. Itu iyalah merupakan pertama kalinya mereka menerobos ke babak yang penting sepak bola Eropa. Keberhasilan mereka itu bukan dikarenakan kemujuran. Akan tetapi, mereka diberikan peserta-peserta generasi emas serupa Joe Allen, Gareth Bale, Aaron Ramsey, dan seluruh pemain-pemain yang lain.

Kalau tiadanya melepaskan kedudukan pelatih Chris Coleman, klub Wales sangat berterimakasih terhadap bekas manajer mereka, Brian Flynn dan John Toshack. Ke-2 orang itu lah yang sukses mendeteksi bentuk tim Nasional Wales waktu itu disaat mengurus klub Wales pada tahun 2004 dan hingga di tahun 2010.

Laman Daily Mail mengnatakan kalau 10 dari komponen anak didik klub Wales ketika itu iyalah peserta untuk pertama kalinya dijumpai Toschak. Yaitu Aaron Ramsey, Gareth Bale, Joe Ladley, Joe Allen serta Ashley Williams, berawal diadakan di Timnas Wales di era Toshack bahkan disaat nama mereka belum top serupa sekarang ini.

Kisah keberhasilan Toshack itu pertama disaat dia mengurus Wales di tahun 2004 yang lalu. Waktu itu, dia enggak bisa lagi mempertunjukan Garry Speed, Ryan Giggs dan seluruh peserta superior klub Wales yang lain sudah termakn umur.

Bingung dikarenakan untuk pemain yang sangat terukur, Toshack mengnatakan dengan Pelatih Tim U-21 Wales waktu itu, Flynn. Kepada Flynn Toshack membuat sesuatu yang direncanakan waktu panjang untuk mendapatkan angkatan pemain baru dari sepak bola klub Wales nantinya.

"Brian Flynn iyalah salah satu manajer Tim U-21 dan dia cocok untuk menerima aneka pinjaman masalah ini, ‘’ ata Toshack.
Yang mengneluarkan penerus emas yang baru ini, Toshack dan Flynn mencarik sebanyaknya pemain-pemain sepak bola yang mempunyai keturunan dan lahir di kota Wales biar pun enggak lahirnya dan tinggalnya di sana. Flynn rupanya mempunyai banyak setok semacam sebelumnya.

"Catatan diwaktu itu iyalah untuk mendapatkan pemain-pemain Wales walau pun mereka hadir dan mereka terlalu pintar masalah ini,’’perkatan.’’ Jikalu ada binatang kamu yang kelahiran dari Wales, Flynn pasti bisa mendapatkannya, ‘’ perkataan laki-laki yang berusia 67 tahun ini.

Bekas pelatih klub Real Madrid ketika di tahun 1989 dan di tahun 1990 itu dia sangat ingat macam mana harus mendapatkan Joe Ladley dan Ashley Williams supaya bisa mereka berlaga untuk kota Spanyol. Sedangkan Ashley ketika itu duduk di kota Inggris dan berlaga di salah satu klub Manchester, Stockport, mempunyai nenek yang berasal dari kota Wales.

Flynn juga mengincar Joe Ladley sampai ke markas, Sheffield United, untuk mengesahkan sang peserta apakah bisa rela memenangkan klub Wales.

Untuk Flynn, mengikuti Toshack, sangat lumayan bermakna menarik Bale ke dalam tim nasional Wales. Biarpun waktu itu,Toshack, sempat meragukan, Flynn bonafide kalau Bale iyalah pemain yang paling handal.

‘’Dan dia memberitaukan untuk dia kalau saya sudah mendapatkan seseoarang pemain yang handal. Dia tepat. Gareth waktu itu kelihatan serupa anak muda yang biasa saja. Waktu itu dia iyalah peserta yang sempurna. Namun Flynn yang layak menerima pinjaman uang itu,’’cakapnya.

Biar pun dipegangnya klub Wales enggak bisa menerobos kompetisi terbesar apa pun, Bale pemain bermain yang sangat luar biasa disaat menaklukkan klub Skotlandia dengan skor 3-0 ketika laga persahabatan di tahun 2009.

waktu itu Aaron bermain sangat luar biasa dan Joe Allen seiring Debutnya. Dia hanya memberitaukan dengan Flynn kalau mereka harus menahan. Seterusnya pasti akan beres dengan keberhasilan.
Share:

Blog Archive