Selalu Menyajikan Berita Terkini

Kamis, 25 Mei 2017

KENANGAN BERDIRINYA SEPAK BOLA PERSIJA


Berita bola-Klub Persija didirikan sebulan sesudah lahirnya Sumpah Pemuda, pada tanggal 28 November di tahun 1928. Waktu itu sekelompok pemuda di Jakarta bersatu untuk mendirikan Voetballbond Indonesische Jacatra (VIJ), kenapa dipanggil Jacatra? Dikarenakan pendapat semangat kebangsaan pemuda Jakarta itu tumbuh sangat tinggi, jadi mereka mengukirkan kata-kata Batavia menjadi nama klub sepak bola. Karena VIJ lahir juga menjadi permusuhan Voetballbond Batavia Omstraken (VBO), sekelompok sepak bola Batavia ialah dari kalangan Belanda.

VIJ ialah sekelompok sepak bola yang asli dimainkan dengan orang-orang Pribumi. Rasa nasionalisme dari pemuda itu nggak terhambat lagi, sampai VIJ pun diberi identitas menjadi ‘’Merah dan Putih’ menjadi wujud Indonesia secara kecil. VIJ juga terbilang menjadi sekelompok sepak bola yang ikut mendirikan lahirnya perkumpulan sepak bola semua di Indonesia (PSSI), r. Soekardi menjadi persatuan VIJ dan Iskandar Brata yang waktu itu menjadi ketua Umum pertama kali di VIJ.

Pertandingan PSSI untuk pertama kalinya di tahun 1931, VIJ sukses keluar menjadi juara sesudah berhasil menaklukkan VVb’’Solo’’dan PSIm ‘’Jogjakarta’’. Semusim berselang, VIJ akhirnya gagal menjadi juara. Masuk di tahun 1993-1934 hingga di tahun 1938 lalu VIJ pun keluar menjadi juara.

Waktu era kependudukan Jepang, kegiatan sepak bola Indonesia kosong langsung nggak ada permainan. Pertandingan baru dibuka kembali ketika di tahun 1951. VIJ pada tahun 1950 menganti namanya menjadi nama Indonesia, yaitu Perkumpulan sepak bola Indonesia Jakarta atau bisa kamu kenal sebagai PERSIJA. Waktu tahun itu pula ada berapa klub VBO yang banyak memainkan pemuda peribumi mulai bersatu memperkuat Persija, untuk pertama memasuki ialah Bangka Belitong Sport Association alias BBSA, lalu diikutin oleh Cung Hwa (PS Tunas Jaya), UMS, Maesa, Hercules.


Untuk rahmat pemain-pemain Dari VBO, itu akhirnya Persija nggak kesusahan mendapatkan pemain-pemain yang tanggu, ampir semua pemain dari Persija diambil dari UMS dan Cung Hwa yang waktu pertandingan VBO sangat menguasai pertandingan VBO itu.

Waktu itu ada berapa pemain hebat Persija salah satunya ialah Djamiaat Dalhar, Kwee Tek Liong, Him Tjiang, Van der Vin, Hong Sing mereka semua berasal dari UMS, lalu Tan Liong Houw dari Cung Hwa (Tunas Jaya) atau Van der Berg dari BBSA sukses mengambil perhatian kumpulan Jakarta yang waktu itu gemar sepak bola. Pada akhirnya Persija berhasil menjadi juara ketika di tahun 1954. Sesudah menaklukkan PSMS untuk skor 2-1.

Sekade berlalu klub Persija kembali mengikutin pertandingan PSSI di tahun 1964. Juara di tahun itu sangat istimewa, karena waktu itu Persija nggak terkalakan untuk peserta-peserta muda yang dipanggil  dari pertandingan Persija. Kehebatan dari pelatih legendaris Persija, drg Endang Witarsa mebawa pemain-pemain muda itu bersenang-senang di Senayan, sesudah waktu perlagaan final mereka berhasil mengajar Persebaya Surabaya waktu itu.

Dari pimpinan dengan drg. Endang Witarsa pula lahir generasi hebat Persija seperti Surya Lesmana, Didik Kasmara, Supardi, Dominggus, Kiat Seek, Fam Tek Fong, Yudo Hadiyanto, dan Soetjipto Soentoro. Tetap penciptan Soetjipto Soentoro, ialah paling hebat. Didapatkan di tengnah Gandaria, Kebayoran Lama, Jakarta, dia itu menjadi maskot Persija waktu itu. Gareng ialah panggilan akrab Soetjipto, sampai-sampai Gareng pun memulai permainannya beserta Persija waktu di umur 16 tahun.

Akan tetapi gagal menjaga gelar juara waktu pertandingan di tahun 1965, yang waktu itu jatuh ke tangan Persib, Persija lalu kembali merahi gelar juara untuk 9 tahun kemudian ketika di tahun 1973.


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive