Selalu Menyajikan Berita Terkini

Sabtu, 05 Agustus 2017

Cegah Tuli, Gunakan Penyumbat Telinga Saat Menonton Konser

https://gaya.tempo.co/read/news/2017/08/05/060897455/cegah-tuli-gunakan-penyumbat-telinga-saat-menonton-konser

Cegah Tuli, Gunakan Penyumbat Telinga Saat Menonton Konser - Seberapa sering Anda mengenakan penyumbat telinga sebelum mendatangi konser? Jawabannya, hampir tidak pernah. Padahal, inilah salah satu cara melindungi gendang telinga dari gangguan pendengaran.

Sebuah penelitian menemukan fakta bahwa satu dari lima orang Amerika berusia 20 – 29 tahun mengalami gangguan pendengaran. Bahkan, menurut penelitian yang dipublikasikan lewat Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada 1,1 juta remaja di seluruh dunia yang berisiko kehilangan pendengarannya. Agen Judi Bola Terpercaya

Kebanyakan dari mereka justru tidak mengetahuinya. Fakta ini tentu sangat membuat frustasi, mengingat sekali Anda kehilangan pendengaran, maka akan hilang selamanya.

Penyebab utama gangguan pendengaran saat ini terutama karena teknologi dan cara kita menggunakannya.  Headset yang ada saat ini seringkali dipasang selama berlari dan ternyata jauh lebih berbahaya dari headphone tradisional yang berukuran besar dan harus disangkutkan di atas kepala Anda.

“Headset yang menjamur saat ini menghantarkan bunyinya langsung ke gendang telinga, sehingga berdampak besar pada pendengar,” jelas Yulia Carroll, MD, petugas senior di National Center for Environmental Health di CDC.

Sementara itu, 40 persen remaja berusia 12 – 35 tahun secara terus menerus terekspos polusi suara saat menonton konser atau acara olahraga. Musik-musik bervolume intens yang diputar di klub dan bar juga menjadi penyebab banyak remaja mengalami gangguan pendengaran.

Sebuah studi menunjukkan bahwa musik yang dipasang di sasana saat Anda berolahraga mencapai 94 decibels [dB], lebih tinggi dari batas paparan suara yakni 85 dB. Game | Bola | Poker | QQ

Caroll menjelaskan, manusia lahir dengan 16.000 sel rambut di setiap telinga. hal tersebut membantu mengkonversi gelombang suara menjadi sinyal listrik menuju otak. Sel-sel tersebut kemudian menekuk saat terpapar bunyi (suara), kemudian lurus kembali.

"Cara kerjanya sama seperti pisau pemotong rumput: lewat di atasnya, mereka akan memantul kembali; menghancurkannya secara konsisten, Anda mungkin menghancurkan halaman penuh rumput tersebut. Sel rambut yang sudah terinjak-injak (rusak) tidak dapat berregenerasi,” kata Carroll.

Berita bagusnya, polusi suara yang mengancam pendengaran dapat dikurangi dengan menurunkan volume dan mengurangi durasi. Dengan kata lain, jika Anda mendengar sesuatu sebesar 85 dB selama 8 jam berturut-turut dapat menyebabkan pendengaran terganggu. Di atas 100 dB, jendela Anda akan mengalami penyusutan selama 15 menit.

Adapun cara untuk melindungi pendengaran Anda sejak dini antara lain.

1.Unduh aplikasi bernama SoundMeter atau Noise Hunter untuk mengetahui berapa dB suara yang ada di sekitar Anda, misalnya pada saat konser, di sebuah restoran atau sasana.

2.Turunkan volume. Anda masih dapat mendengarkan soundtrack sebuah film seperti aslinya jika mengikuti aturan 60:60. Gunakan volume tidak lebih dari 60 persen. Bandar Bola Online Terbaik

3.Jangan gunakan headset dengan bentuk menyerupai penyumbat telinga. Meski nyaman saat dikenakan, telinga akan menderita jika Anda meningkatkan volumenya.

4.Aksesoris terbaik yang harus Anda bawa saat menonton konser atau acara lain? Penyumbat telinga. Itu sebabnya, banyak anggota band dan kru yang juga menggunakan penyumbat telinga pada saat menggelar konser. Ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan, jika tidak mereka tidak akan berfungsi dengan baik.



Sumber
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive