Penyerang Everton dan tim nasional Belgia, Romelu Lukaku, mengungkapkan jika sifat menuntut dari Thierry Henry membuatnya semakin berkembang Romelu Lukaku,
mengakui masuknya Henry sebagai asisten pelatih di timnas Belgia banyak membantu perkembangannya musim ini. Henry masuk sebagai asisten pelatih di awal musim panas lalu setelah Roberto Martinez resmi diangkat sebagai pelatih kepala timnas Belgia.
Lukaku sendiri telah dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia. Musim ini ia sudah mengumpulkan 7 gol dan 3 assist dari 10 pertandingan bagi Everton di Liga Inggris. Catatan golnya hanya kalah dari Sergio Aguero 9 gol serta Diego Costa 8 gol.
Tidak mudah berlatih dengannya, karena dia sangat menuntut banyak hal dari para pemain,” ujar Lukaku pada SFR Sport. “Saya belum pernah mengalami pengalaman seperti itu sebelumnya. Meski ketika saya membuat umpan yang bagus, jika bola melenceng sedikit, dia menyalahkan saya karena itu.
Saya pikir dia melihat karakteristik yang ada pada saya pernah ia miliki sewaktu masih muda. Itu sebabnya dia begitu keras pada saya. Namun saya berterima kasih padanya, berkat dirinya saya lebih cerdas dalam melakukan permainan, sehingga saya tidak akan mudah terperangkap offside. Dia juga mengajarkan saya beberapa cara tentang finishing, kontrol bola, dan bagaimana cara saya seharusnya melihat pertandingan.”
Lukaku menambahkan,Kembali ke hari di mana ia membuat 10 assist dalam satu musim, saya ingin menirunya,
mengakui masuknya Henry sebagai asisten pelatih di timnas Belgia banyak membantu perkembangannya musim ini. Henry masuk sebagai asisten pelatih di awal musim panas lalu setelah Roberto Martinez resmi diangkat sebagai pelatih kepala timnas Belgia.
Lukaku sendiri telah dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia. Musim ini ia sudah mengumpulkan 7 gol dan 3 assist dari 10 pertandingan bagi Everton di Liga Inggris. Catatan golnya hanya kalah dari Sergio Aguero 9 gol serta Diego Costa 8 gol.
Tidak mudah berlatih dengannya, karena dia sangat menuntut banyak hal dari para pemain,” ujar Lukaku pada SFR Sport. “Saya belum pernah mengalami pengalaman seperti itu sebelumnya. Meski ketika saya membuat umpan yang bagus, jika bola melenceng sedikit, dia menyalahkan saya karena itu.
Saya pikir dia melihat karakteristik yang ada pada saya pernah ia miliki sewaktu masih muda. Itu sebabnya dia begitu keras pada saya. Namun saya berterima kasih padanya, berkat dirinya saya lebih cerdas dalam melakukan permainan, sehingga saya tidak akan mudah terperangkap offside. Dia juga mengajarkan saya beberapa cara tentang finishing, kontrol bola, dan bagaimana cara saya seharusnya melihat pertandingan.”
Lukaku menambahkan,Kembali ke hari di mana ia membuat 10 assist dalam satu musim, saya ingin menirunya,








0 komentar:
Posting Komentar